Berita :: GLOBALPLANET.news

Seorang ABG yang ditangkap karena dilaporkan telah menjadi pelaku Curas di depan rumah dinas Wali Kota Prabumulih, Senin (19/8/2019). (Foto: Hardoko Susanto)

19 Agustus 2019 20:09:09 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Pelaku kejahatan tidak memandang lokasi dan waktu. Depan rumah dinas kepala daerah pun, ketika terdapat calon korban dan peluang, kejahatan pun terjadi.

Senin (19/8/2019), Tim Gurita Polres Prabumulih menangkap FA (13). ABG ini ditangkap karena dilaporkan telah melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap seorang remaja putri yang sedang nongkrong di depan rumah dinas Wali Kota Prabumulih, Minggu (18/8/2019) malam.

Modusnya, FA menanyakan alamat kepada korban. Merasa kasian dan ingin membantu sesama, korban bernama Putri Ayu Wulandari (19) pun antusias membantu. Namun karena pura-pura tidak tahu alamat, pelaku meminta ponsel atau handphone korban dengan alasan untuk menghubungi keluarga. 

Dan saat ponsel sudah di pegang, pelaku bersama rekannya AN (DPO) langsung kabur. Saat itu, korban sudah berusaha menangkap pelaku, sehingga membuat korban terseret sepeda motor pelaku dan mengalami luka.

Menurut informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian pelaku mendatangi korban Putri ayu Wulandari(19) yang sedang nongkrong, dengan modus yang digunakan pelaku.

Setelah mendapat laporan korban, Tim Gurita Polres Prabumulih langsung melakukan penyelidikan. Mengetahui keberadaan pelaku, tim langsung melakukan penangkapan terhadap salah satu pelaku, Senin (19/08/2019).

Dari hasil interogasi petugas ternyata pelaku juga pernah menjalankan aksi serupa sebumnya di Jalan Padat Karya, Kelurahan Gunung Ibul, Kota Prabumulih.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk Sik MH melalui Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Abdul Rahman SH, mengatakan, meurut pengakuan pelaku, hasil dari kejahatan tersebut digunakan bersama temannya AN (DPO) untuk membeli narkoba jenis sabu.

“Pelaku sudah kita amakan di Polres Prabumulih untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya pelaku kita jerat dengan pasal 368 KUHP," katanya.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : Zul Mulkan 733