Berita :: GLOBALPLANET.news

Puluhan calon kades di PALI yang memprotes perubahan jadwal pilkades serentak. (Foto: Eko Jurianto)

21 Agustus 2019 21:24:58 WIB

PALI, GLOBALPLANET - Puluhan Calon Kepala Desa (Cakades), memprotes keputusan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang merubah jadwal Pilkades serentak. Seharusnya Pilkades dilaksanakan 29 Agustus 2019, tetapi diundur menjadi 19 September 2019 mendatang.

Hal ini membuat puluhan kades mendatangi kantor DPMD Kabupaten PALI dan melakukan pertemuan tertutup.

"Ada sekitar duapuluhan cakades yang datang dan masuk ke dalam ruang rapat," ungkap salah satu staf DPMD dan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak dapat diliput atau tertutup, Rabu (21/8/2019).

Usai menggelar pertemuan dengan puluhan calon kepala desa (Cakades), sekretaris DPMD Kabupaten PALI, Mardiyansah, SH saat ditemui wartawan membenarkan isu pemunduran jadwal Pilkades serentak tersebut. 

"Diundurnya jadwal pilkades itu karena permasalahan pendana, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) kabupaten PALI tahun anggaran 2019 hingga kini belum disahkan oleh DPRD PALI," ungkap Mardiyansah ke sejumlah media, di kantor DPMD.

Lebih lanjut dikatakannya, setelah disahkan APBD-P oleh DPRD PALI, proses selanjutnya yaitu diverifikasi oleh gubernur.

"Kami minta kawan-kawan Cakades untuk bersabar terlebih dahulu. Pilkades ini bukan dibatalkan, tetapi diundur. Ancer-ancer pelaksanaannya diundur pada 19 September 2019 nanti," tukasnya.

"Pelaksanaan Pilkades tidak boleh menggunakan dana di luar APBD," tutupnya. 

Sementara, puluhan Cakades yang belum puas dengan jawaban dari DPMD Kabupaten PALI langsung bertolak ke kantor Bupati PALI. 

"Tentu kami menolak pelaksanaan pilkades diundur , Karena akan menambah biaya operasional kampanye kami, serta pelaksanaan Pilkades serentak tidak akan kondusif lagi," kata salah satu cakades yang namanya tidak ingin disebutkan.  

Sementara, Sekda PALI Syahron Nazil mengatakan pihaknya melaporkanbhal ini kepada Bupati terlebih dahulu.

"Dari awal sudah saya sampaikan, kami memahami kondisi bapak-bapak. Nanti, saya sampaikan ke Pak Bupati terlebih dahulu dengan memperhatikan masukan dan saran dari bapak-bapak sekalian. Semoga keinginan bapak-bapak bisa diakomodir," ucap Sekda kepada cakades. 

Terkait cakades akan melakukan aksi demo, Sekda meminta agar hal itu tidak dilaksanakan.

"Semua bisa dimusyawarahkan dengan baik. Selain itu, untuk inisiatif panitia dan cakades yang berniat untuk menggunakan anggaran pribadi mereka terlebih dahulu, saya tidak akan mengatakan diperbolehkan atau dilarang. Pejem mata saja," tutupnya.

Reporter : Eko Jurianto Editor : M.Rohali 524