Berita :: GLOBALPLANET.news

Produksi ikan patin (FOTO: IST)

22 Agustus 2019 12:26:09 WIB

OKUT, GLOBALPLANET - Produksi ikan patin di Kabupaten OKU Timur cukup fantastis. Hampir setiap harinya, daerah ini memproduksi setidaknya 268 ton ikan untuk dikonsumsi.

Kondisi ini membuat OKU Timur sebagai daerah penghasil pangan dan ternak, juga menjadi daerah sentra penghasil ikan patin. 

"Sekarang  kemana kita harus menjual ikan patin ini, untuk itu kita membuat terobosan kerja sama dengan pihak exsportir yang ada di Lampung, yang membtuhkan ikan patin perbulanya 200 ton maupun dihitung perharinya tujuh sampai delapan ton perhari. disamping itu juga kita mengasilkan ikan segar dalam bentuk belum diolah ini kita krim juga ke Lampung, Palembang, Bengkulu, dan kebutuhan masyarakat OKU Timur kebutuhan makanan pindang ikan petin di Palembang dari kita,"terang Kepala Dinas Peternakan dan Perikan OKU Timur Ir H Kanjeng Tubagus Sunarseno MSi pada Kamis (22/08/2019).

Tubagus juga menambahkan bupati  pernah mengatakan bagimana mengatasi produksi yang semangkin tinggi,  harus mengadakan terobosan exspor untuk haji, makan  haji. Karena itu dan  akan bekerja sama dengan perusahan di Jakarta dan Surabaya persyaratannya  sudah disiapkan. Mereka hanya meminta  kualitas dan mutu, ikan tidak berbau lumpur, dan ikan tidak berwarna kuning, jika  ada warna kuning langsung di sortir, biasanya mereka membutuhkan 7.50 gram beratnya karena mereka akan menyayat dan hanya mengambil daging saja.

"Kita juga melobi provinsi dan  pusat bagaimana peluang yang besar in bisa cepat. Apakah kita mengejar produksi tapi pemasaran tidak ada,buat apa kita mengejar produksi tapi pemasaran tidak jalan tidak menjamin. Jika produksi tinggi pasti melimpah ikan patin dan harga pasti jatuh biasanya Rp 12.500 perkilogram. Tentu kita akan mencari terobosan-terobosan yang menbuat agar produksi patin kita berjalan lancar dan diterima dipasaran," imbuhnya.

Sekarang OKU Timur  ingin mengejar target produksi ikan patin dalam perhektarnya 150 ton. Namun sekarang ini baru 75 ton perhektarnya maupun baru 45 persen. 

"Tentu  yang kita utamakan pemeliharan kolam. Bagaimana pakanya,kebersiahan kolam,  apa bila habis panen tentu sisa-sisa lumpur dan sisa pakan ikan tentunya disetrilkan dahalu. Kita tidak perlu memperbayak kolam ikan tapi diutamakan pemeliharan kolam," ungkap Tubagus.

Reporter : Dadang Dinata Editor : AT Alam 146