Berita :: GLOBALPLANET.news

Oditur Militer membacakan surat tuntutan dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan Prada DP, Kamis (22/8/2019)/(FOTO: AT ALAM)

22 Agustus 2019 13:53:45 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Prajurit dua (Prada) Deri Permana (DP) kembali menjalani sidang lanjutan atas kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Fera Oktaria di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (22/8/2019).

Dalam sidang yang mengagendakan pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Prada DP tersebut, Oditur Militer CHK Mayor Darwin Butar Butar meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhi hukuman seumur hidup bagi terdakwa. 

Dalam pembacaan tuntutan tersebut, Oditur Mayor D Butar Butar, menyebut jika berdasarkan fakta persidangan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah merencanakan pembunuhan dan sesuai dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Sidang terbuka untuk umum yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Letkol Chk Khazim SH didampingi Hakim Anggota Letkol Sus Much Arif Zaki Ibrahim SH dan Mayor Chk Syawaluddin SH tersebut, Oditur menilai jika banyak unsur unsur yang memberatkan terdakea untuk tuntutan tersebut. 

"Terdakwa telah menghilangka nyawa manusia, bahkan berupaya untuk menghilangkan jejak dengan cara memutilasi korbannya. Selain itu, terdakwa juga melanggar nama baik lembaga dan institusi TNI," kata Oditur.

Ia menyebut jika terdakwa telah memenuhi unsur unsur terjadinya perencanaan pembunuhan hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia. "Untuk hal yang meringankan, terdakwa belum pernah menjalani hukuman dan bersikap sopan selama persidangan berlangsung," ujarnya. 

Menanggapi tuntutan oditur, Hakim Pengadilan Militer yang diketuai Letkol Chk Khazim memberikan waktu satu minggu kepada penasihat hukum untuk menyiapkan dan mengajukan nota pembelaan. "Sidang selanjutnya akan kita gelar satu pekan mendatang (29/8/2019)," tegas Khazim.

Kasus yang melibatkan Prada DP ini sendiri bermula saat terdakwa dan korban menginap di penginapan Sahabat Mulia, Banyuasin Sumsel, pada 8 Mei 2019 silam. Ia bersama ,bersama korban Fera Oktaria (21) sempat melakukan hubungan suami istri. Awalnya, tidak ada keributan. Hanya saja, saat terdakwa Prada DP menemukan telepon seluler (HP) korban yang tergeletak di dekatnya. 

Berawal dari itu, timbul keributan dan berujung pada pembunuhan kepada korban yang dibenturkan terdakwa ke dinding penginapan. Ingin menghilangkan jejak, terdakwa mencoba memutilasi korban meski akhirnya gagal. 

Reporter : AT Alam Editor : AT Alam 177