Berita :: GLOBALPLANET.news

Suasana Kantor Satpol PP Palembang usai menggelar razia, Kamis (22/8/2019)/(FOTO: ALWI ALIM)

22 Agustus 2019 15:13:55 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pemandangan unik mewarnai kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) usai menggelar razia pelajar yang bolos saat jam sekolah, Kamis (22/8/2019).

Dua bocah Sekolah Dasar (SD) ikut tertangkap lantaran kedapatan bermain game online di sebuah Warung Internet (Warnet) di kawasan Celentang, Palembang.

Berdasarkan pantauan, kedua bocah itu pun menangis tak henti dan meminta untuk dipulangkan kepada petugas Satpol PP Sumsel.

"Saya mau pulang pak," kata Altala, bocah SD sambil menangis di hadapan para petugas Satpol PP di kantor Satpol PP Sumsel.

Dikatakan Altala bahwa baru kali ini dirinya bolos karena ingin bermain game online. Namun, dirinya tidak menyangka akan ditangkap oleh Satpol PP. Karena itu, dirinya pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Saya menyesal pak dan janji tidak akan bolos lagi," singkatnya sambil mengusap air mata.

Sementara itu, Kepala Satpol PP, Aris Saputra mengatakan razia yang dilakukan ini sesuai dengan peraturan atau intruksi gubernur Sumsel tentang ketentraman, ketertiban umum serta perlindungan masyarakat.

"Ada 62 siswa yang dibawa ke Satpol PP. Karena kedapatan bolos sekolah," katanya

Rincian siswa yang ditangkap yakni dua siswa SD, 15 siswa SMP dan 45 siswa SMA/SMK. Razia ini sendiri dilakukan dibeberapa tempat yakni di kawasan Sekip, Puncak Sekuning, Bukit dan Celentang.

Dirinya juga menyayangkan kebanyakan siswa yang kedapatan bolos ini lebih memilih bermain game online di warnet. Karena itu, agar tidak kembali terulang. Pihaknya harus memanggil orangtua siswa dan pihak sekolah sehingga kedepan lebih diawasi. Apalagi, hal ini merugikan diri mereka sendiri.

"Siswa ini nantinya akan terlebih dahulu didata baru nantinya akan dipulangkan kepada orangtua siswa dan pihak sekolah," katanya.

Reporter : Alwi Alim Editor : AT Alam 131