Berita :: GLOBALPLANET.news

Bupati Banyuasin H. Askolani SH MH diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika mendapat penghargaan Kepala Daerah Inovatif. (Foto: Ist)

23 Agustus 2019 09:31:44 WIB

BANYUASIN, GLOBALPLANET - Program Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera membawa Bupati Banyuasin, H. Askolani, SH, MH dianugerahi penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2019. Penghargaan ini diserahkan Dirjen Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri, Drs. Akmal Malik, M.Si didampingi Pemimpin Redaksi Koran Sindo dan Sindonews.com Djaka Susila di Halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kamis malam (22/8/2019).

Bupati Banyuasin yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyuasin, Aminuddin,S.Pd., S.IP., MM menerima penghargaan untuk kategori Infrastruktur dan Pembangunan pada ajang penghargaan yang telah diselenggarakan sejak tahun 2014.

Langkah inovasi Bupati ketiga di Bumi Sedulang Setudung, salah satunya terwujud melalui Program Infrastruktur Bagus. Dengan sasaran meningkatkan infrastruktur yang baik, merata dan berwawasan lingkungan serta Pengembangan Kawasan Pedesaan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin akan membangun 7 Jalan Poros yang menghubungkan beberapa desa dan kecamatan dalam wilayah Kabupaten Banyuasin.

Rencana perbaikan tujuh titik jalan poros tersebut berawal dari keresahan Bupati melihat kondisi sarana prasarana yang masih kurang memadai. Pembangunan jalan poros di tujuh titik utama Kabupaten Banyuasin, Askolani percaya, roda pembangunan, ekonomi dan kesejahteraan akan meningkat seiring lancarnya arus transportasi.

Aminuddin, tujuh program Banyuasin Bangkit sebagai sebuah terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuasin sebagai upaya, untuk menaikkan kualitas kehidupan masyarakat Banyuasin secara merata.

 Dia menyampaikan, penghargaan yang diterima tentunya akan menjadi salah satu penyemangat untuk terus mewujudkan visi misi Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera. 

“Menjadikan asyarakat lebih baik kualitas kehidupannya menjadi perhatian, keseriusan dan komitmen kami sejak awal” ujarnya.

Hal ini selaras dengan yang disampaikan Staf Ahli  Kementerian PUTR Bidang Keterpaduan Pembangunan Republik, Ahmad Gani Ghazaly Akman bahwasannya pembangunan infrastruktur dilakukan bukan untuk gaya-gayaan, tetapi mengejar ketertinggalan yang ada.

Reporter : Adi Irawan Editor : M.Rohali 315