Berita :: GLOBALPLANET.news

Pengamat Lingkungan Sumsel Dr Yenrizal (FOTO: RACHMAT KURNIAWAN)

23 Agustus 2019 15:35:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Bencana kebakaran hutan dan lahan menjadi langganan setiap tahun di Provinsi Sumsel. Sudah ratusan hektare lahan terbakar akibat si jago merah ini.

Karena sudah menjadi bencana yang selalu ada setiap tahun, Pengamat Lingkungan Sumsel Dr Yenrizal ketika dijumpai mengatakan Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Daerah harus menangani sedari awal dalam bentuk pencegahan.

"Sayangnya tidak ada antisipasi dari awal sebelum masuk kemarau, perlu peran utama Pemeritah Daerah Kabupaten setempat yang jika tau daerah itu rawan karhutla harusnya kan setiap program pembangunan yang mereka buat fokusnya bagaimana cara mencegah karhutla," ungkap Yenrizal, Jumat (23/8/2019).

Menurutnya di posisi saat ini yang bisa dilakukan hanya tinggal memadamkan, mencari relawan sebanyak-banyaknya serta memenuhi sarana prasarana untuk memadamkan api. 

"Sebagai contoh, Dinas Pertanian jika di daerahnya banyak lahan terlantar membuat program yang bagaiamana gara lahan-lahan tidak terlantar, Dinas Kehutanan kalau ada ilegal logging dians bagaiamana tidak adalagi ilegal loging. Begitu juga dengan Dinas-dinas yang di daerahnya langganan karhutla harusnya program mereka seperti itu," tuturnya.

"Artinya wilayah karhutla ini dikeroyok lah agar tak terjadi karhutla lagi," katanya. 

Ia menilai koordinasi Pemda yang terjadi saat ini begitu minim, sehingga yang paling bergerak agresif adalah satgas. 

"Kalau perlu Pemda Kabupaten keluarkan surat untuk setingkat Kepala Dinas dan Camat tidak keluar daerah selama karhutla. Karena sudah luar biasa bukan sesuatu yang sederhana lagi. Sehingga butuh koordinasi yang cepat serta orang yang cepat dalam mengambil tindakan," katanya. 

Penanganan karhutla tahun ini sedikit melambat dibandingkan pada momen Asian Games 2018 lalu. Karena bukan hanya daerah bahkan pemerintah pusat pun ikut menekankan harus stand by.

"Kalau tahun kemaren karena momennya event nya Internasional, Pemerintah pusat pun ikut membantu dan menekankan stand by dari awal.  Kalau tidak ada even apa-apa silahkan pemerintah daerah," kata dia.

Masih lanjut dia yang dibutuhkan saat ini bukan sekedar orang atau tim, sarana dan prasarana jangan dilewatkan.  Bayangkan kebakaran itu sudah sangat luas sekali. Untuk mencegahnya agar tidak menyebrang adalah dengan membuat sekat, dan perlu alat berat.

"Faktanya sekarang terbakar sekarang sudah meluas, tentunya ini akibat dampak kemarau panjang yang di prediksi BMKG hingga Oktober mendatang. Yang punya alat berat adalah perusahaan dan Pemerintah, kita harap bisa ditangani dengan cepat ditambah dengan sarana yang lengkap," katanya. 

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : AT Alam 316