Berita :: GLOBALPLANET.news

Ketua TP PKK Kabupaten Lahat, Lidyawati Cik Ujang dan rombongan saat mendatangi Mapolres Lahat melihat kerabat S melapor ke SPKT Polres Lahat.(Foto: Ferry)

23 Agustus 2019 19:46:00 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Entah apa yang ada dibenak perempuan berinisial L ini, hingga tega menyetrika tubuh S, keponakannya sendiri. Akibat peristiwa itu, S mengalami luka bakar hingga melepuh di beberapa bagian tubuhnya.

Akibat peristiwa yang terjadi Kamis (22/8/2019), sekitar pukul 18.45 WIB itu, S mengalami luka bakar, hingga melepuh dibeberapa bagian tubuhnya. 

Berdasarkan informasi dihimpun,  Kejadian kejam itu terjadi pada Kamis (22/8) sekitar pukul 18.45 WIB. S yang berstatus siswi salah satu SMK di Kota Lahat itu, tinggal di rumah L yang merupakan kakak kandung ibunya. Hari itu, usai jam sekolah berakhir S tidak langsung pulang ke rumah L, membuat L marah. Usai Shalat Maghrib, S menyertika pakaian, saat itulah ternyata emosi L masih menggebu.

Dengan teganya, L menyetrikakan tubuh remaja yang sebenarnya masih darah dagingnya itu. Merasa nyawanya terancam, S lansung menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke semak belukar yang berjarak sekitar 500 meter dari kediaman L, di Desa Manggul, Kota Lahat.

Dengan luka bakar yang melepuh, S menangis dan didengar oleh warga, yang merasa aneh ada suara tangisan dari semak belukar. Salah seorang warga memastikan suara itu, dan mendapati S dengan luka bakar. S lansung dibawa ke rumah warga, kemudian dilarikan ke tempat praktek salah seorang dokter di Kota Lahat, untuk mendapat pertolongan medis. 

Kejadian itu juga sempat vital di media sosial, membuat anggota Polres Lahat langsung turun, dan mengamankan S. Jumat siang (23/8), L dijemput anggota Polres Lahat dari kediamannya. 

" Mohon maaf ya,  belum bisa berikan penjelasan maupun komentar, kami masih lakukan penyelidikan," ujar Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIK, melalui Kasat Reksrim Polres Lahat AKP Satria Dwi Dharma, SIK. 

Namun sambung dia, aparat telah mengecek TKP dan menggali keterangan saksi. Untuk kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan terhadap anak hukumannya bisa lebih berat. 

"Jadi jangan melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga dan anak. Kalau tidak salah ancaman pidannya bisa tambah 1/3 hukuman," jelasnya.

Mendapat informasi tersebut, Ketua TPKK Lahat Lidyawati Cik Ujang SHut bersama rombongan mendatangi Mapolres Lahat. Lantaran remaja yang menjari korban kekerasan tersebut bersama keluarganya mendatangi pihak Polres Lahat untuk melaporkan kejadian kejam itu.

Diungkapkan Lidyawati bahwa anak, remaja, manula dan perempuan merupakan tanggung jawab kita bersama- sama. Terhadap korban pihak PKK akan berupaya membantu sekolahnya dan kehidupannya. 

 " Kita prihatin adanya kejadian ini," ujar Lidyawati, didampingi Wakil Ketua TP PKK Lahat, Sumiyati SPd. 

Terlebih, ketahui bahwa saat kejadian korban tingggal dengan kerabatnya. Sementara orang tuanya sudah cerai dan tinggal di tempat lain.

"Kita melalui PKK akan membantu sekolah dan kehidupannya," ujar Lidywati.

Reporter : Ferry Andhika Editor : M.Rohali 267