Berita :: GLOBALPLANET.news

Ilustrasi BUMD (FOTO: IST)

26 Agustus 2019 17:29:48 WIB

PALEMBANG , GLOBALPLANET - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel menghentikan suntikan modal terhadap 10 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada 2019 ini.

Hal ini tujuannya agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019.

10 BUMD tersebut yakni; PT Bank Sumsel Babel, PT Bank Perkreditan Rakyat Sumsel, PT Jamkrida, PT Swarna Dwipa Selaras Adiguna, PT Jakabaring Sport City, PT Sriwijaya Mandiri Sumsel, PT Adhya Tirta Sriwijaya, PD Pertambangan dan Energi, PD Prodexim dan PD Perhotelan Swarna Dwipa.

Karo Perekonomian Setda Sumsel, Afrian Jon mengatakan, pemberian modal kepada BUMD itu bukan hanya berdasarkan permohonan saja. Melainkan, melalui kajian bisnis yang dilakukan pemerintah daerah.

Artinya, setiap dana yang diinvestasikan ke BUMD harus juga memastikan dampak yang akan didapatkan oleh Pemprov.

"Sejauh ini, belum ada alokasi yang akan diberikan ke 10 BUMD tersebut," katanya saat ditemui, Senin (26/8/2019).

Tidak alokasi tersebut, artinya tidak ada pemberian modal terhadap BUMD Sumsel untuk tahun 2019. Meskipun begitu, dirinya mengaku suntikan modal kembali baru dilakukan tahun 2020 mendatang.

"Kemungkin suntikan modal baru tahun depan," singkatnya

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya menambahkan penyertaan modal bagi BUMD tidak bersifat wajib. Karena, seharusnya BUMD mampu menyumbang bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumsel.

"Jadi BUMD itu harus berkontribusi bukan menjadi beban bagi Pemda dengan penyertaan modal yang terus diberikan tiap tahun. Karena itu, penyertaan modal harus dihentikan," katanya. 

Reporter : Alwi Alim Editor : AT Alam 178