Berita :: GLOBALPLANET.news

Sekretaris Pusat Pengelolaan Risiko dan Peluang Iklim IPB Muhammad Ardiansyah, saat ditemui di Kantor Wali Kota Palembang, Senin (2/9/2019)/(FOTO: RACHMAD KURNIAWAN)

02 September 2019 12:57:39 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kota Palembang terpilih menjadi pilot Project delegasi United Cities Local Goverment (UCLG) Aspac untuk mengatasi dampak perubahan iklim bersama 4 kota lainnya di Indonesia.

Asosiasi global Pemerintah Kota seluruh dunia ini mengundang Palembang dalam program pertukaran pengetahuan untuk mengatasi perubahan iklim di level Internasional.

"Ke Lima kota ini yakni Palembang, Depok, Malang, Denpasar, dan Makassar terpilih atas rekomendasi Kementerian LHK untuk menyusun aksi pengendalian perubahan iklim. Selain itu, berdasarkan analisis kami Palembang salah satu kota yang terdampak resiko perubahan iklim," kata Sekretaris Pusat Pengelolaan Risiko dan Peluang Iklim IPB Muhammad Ardiansyah, di Ruang Rapat Setda II, Senin (2/9/2019).

Ada 2 kegiatan utama dalam pelatihan menyusun rencana aksi ini yakni, pertama peningkatan kapasitas Pemkot Palembang dalam hal menghitung inventarisasi emisi gas rumah kaca dalam 4 sektor (Energi, Industri, Sampah, dan Afolum). Kedua peningkatan kapasitas menyusun penilaian kerentanan terhadap perubahan iklim. 

"Termasuk seberapa besar dampak perubahan iklim palmbng di masa yang akan datang. Sehingga pemkot dapat menyusun kapasitas menurunkan sektor yang berkontribusi pada emisi, dan mana saja wilayah yang paling terdampak perubahan iklim. Dari situ akan disusun rencana aksi pengurabgan emisi gas rumah kaca," tuturnya.

Penyusunan rencana aksi adaptasi perubahan iklim ditujukan kepada wilayah-wilayah yang sangat rentan beresiko terhadap iklim. Risiko kekeringan, iklim basah, serta kebakaran hutan.

"Sebagai inisiasi awal, Alhamdulilah pemkot sangat menerima, setelah ini masih ada beberapa tahap yang akan dijalankan. Karena pemerintah kota harus menyusun kelompok kerja terlebih dahulu, setelah itu bulan Oktober mendatang baru kita susun perencanaannya," tutupnya. 

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : AT Alam 65