Berita :: GLOBALPLANET.news

Suasana rapat membahas usulan pembangunan PLTS di gedung BAPPEDA Palembang, Senin (02/09/2019). (Foto: Rachmad Kurniawan)

02 September 2019 18:43:10 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Fasilitas umum dan fasilitas sosial di Palembang akan diusulkan menggunakan listrik tenaga Surya atau matahari. Usulan pemasangan PLTS ini merupakan lanjutan tawaran Dirjen Energi Terbarukan Kementrian ESDM.

Pemerintah kota segera menyusun dan mengumpulkan data-data guna membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah fasilitas umum (Fasus) dan fasilitas sosial (Fasos).

Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa meminta OPD baik tingkat Dinas, Kecamatan, Kelurahan, hingga sekolah agar segera menyusun draft fasilitas mana saja yang memerlukan pemasangan PLTS.

"Mengenai teknisnya akan disertai dalam paparan ketika semua fasum dan fasus yang membutuhkan PLTS sudah dibuat. Sehingga kita tidak lagi menggunakan energi fosil namun energi yang lebih ramah lingkungan," ungkap Dewa usai rapat di Gedung BAPPEDA Palembang, Senin (02/09/2019).

Seluruh usulan akan dihimpun termasuk lampu jalan, masjid, Mushola, dan Puskesmas yang kemudian akan diajukan ke Dirjen Energi Terbarukan Kementerian ESDM.

"Dengan menggunakan PLTS kita dapat mengurangi suplai listrik PLN di Kota Palembang. Selain mengurangi dana operasional juga dapat mengurangi emisi rumah tangga," kata dia.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Kota Palembang Harrey Hadi menambahkan, alokasi anggaran APBN untuk PLTS ini diperoleh berdasarkan hasil pertemuan Wali Kota Palembang Harnojoyo saat menandatangani nota kesepahaman terkait Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sukawinatan, bersama Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM RI beberapa waktu lalu di Jakarta.

"Dirjen itu menawarkan kepada Wali Kota bahwa ada dana APBN yang belum dimanfaatkan untuk mengembangkan PLTS, kita ditawarkan, karena Pemkot dianggap konsentrasi terhadap konsep Green City," ucapnya.

Harrey melanjutkan hari Kamis nanti data sudah terkumpul sehingga bisa diusulkan kepada Dirjen Energi Terbarukan melalui proposal pada tahun 2019 ini. 

"Untuk besaran penangkap tenaga surya tergantung luas bangunan yang diusulkanlah, nanti Kamis datanya sudah dapat kemudian segera menyusun proposal," tutupnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Zul Mulkan 109