Berita :: GLOBALPLANET.news

Ruang kerja Bupati Muara Enim yang disegel KPK. (Foto: Ist)

03 September 2019 13:39:11 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Tertangkapnya Bupati Muara Enim dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Palembang, Senin (2/9/2019) malam membuat keluarga bupati angkat bicara.

“Kami menganggap ini dijebak,” kata Putra AY, Naufal Abdurrahman saat ditemui, Selasa (3/9/2019).

Pada saat kejadian, bukanlah sebuah OTT melainkan pada saat rapat rutin staf mingguan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Karena itu, dirinya membantah jika ayahnya terkena OTT. "Saat ini, kata KPK dibawa ke Jakarta sebagai saksi,” katanya.

Sebelum kejadian, dirinya juga sempat berkomunikasi dengan sang ayah dan sempat bercanda dengannya. Bahkan, sang ayah pun mengatakan sedang rapat. Karena memang setiap Senin selalu diadakan rapat rutin. Bahkan, sebelum rapat sempat dilakukan inspeksi mendadak (sidak).

Meskipun begitu, Ia mengaku pihaknya menghormati proses hukum yang berlaku. Jadi biarkan ranah KPK yang menjelaskannya. “Jadi tolong diluruskan saja informasinya. Tapi yang jelas kabar terbaru ayah sudah di Jakarta,” singkatnya.

Seperti diketahui, Lembaga Anti Rasuah kembali melakukan OTT. Kali ini, KPK menangkap Bupati Muara Enim, Ahmad Yani beserta tiga orang lainnya. Kini, keempatnya telah dibawa ke Gedung KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan. Dari OTT tersebut, KPK berhasil mengamankan uang berkisar USD35 ribu yang diduga terkait proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat.

Reporter : Alwi Alim Editor : Zul Mulkan 576