Berita :: GLOBALPLANET.news

Konferensi pers terkait OTT Bupati Muara Enim, Selasa (3/9/2019) malam. (Foto: Ist)

04 September 2019 04:37:00 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET - Ahmad Yani (AY), Bupati Muara Enim, Sumatra Selatan ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus suap terkait 16 Proyek di Dinas PU. Kasus ini mengingatkan apa yang terjadi dengan mantan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, yang juga diringkus KPK karena jatah proyek.

Ahmad Yani tidak sendiri. Dia menjadi tersangka ditemani anak buahnya, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Elfin Muhtar (EM), dan pihak swasta pemilik PT Enra Robi Okta (RO).

Mereka menjadi bahan pemberitaan setelah terjaring operasi senyap (OTT) pada Senin (2/9/2019) malam dan ditetapkan menjadi tersangka, Selasa (3/9/2019) malam. Bersama mereka, KPK juga mengamankan uang USD35 ribu atau setara sekitar Rp500 juta.

Ahmad Yani diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim dari Robi.

Ahmad Yani dan anak buahnya disangkakan melanggar pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun pihak swasta (Robi), kontraktor yang bersedia menyediakan fee 10 persen yang pada akhirnya mendapatkan 16 paket proyek dengan nilai mencapai Rp130 miliar.

"RO merupakan pemilik PT Enra Sari, perusahaan kontraktor. Sebagai pihak pemberi, Robi disangkakan melanggar pasal pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Selasa (3/9/2019) malam.

Ahmad Yani Cs Ditahan

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ahmad Yani juga ditahan bersama dengan dua tersangka lain di tempat berbeda. Mereka ditahan untuk 20 hari kedepan.

"Ahmad Yani ditahan Rutan Polres Jakarta Pusat, RO di Rutan Polres Jakarta Timur dan Elfin di Rutan KPK cabang Guntur," ucap Febri kepada wartawan.

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 399