Berita :: GLOBALPLANET.news

04 September 2019 08:52:49 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Analis Sospol Lembaga Kajian Opini Publik Rumah Citra Indonesia (RCI) Fatkurohman berpendapat, tren OTT kepala daerah mengewajantahkan bahwa Pilkada berbiaya tinggi sehingga berdampak pada politik uang untuk bisa menarik simpati pemilih.

Melihat tren OTT yang seakan tidak berkesudahan, selain penegakkan hukun tegas perlu ada sistem pencegahan yang ketat, masif, transparan sehingga mudah diawasi terkait dengan sistem pengadaan proyek - proyek pemerintah. "Tidak cukup penegakan yang tegas, harus berbarengan dengan sistem pencegahan yang masih," ujarnya kepada globalplanet.news, Rabu (4/9/2019).

Selasa (3/9/2019) publik Sumsel dan tanah air kembali disajikan drama penangkapan kepala daerah yang terjerat korupsi. Ya, kali ini Bupati Muara Enim Ahmad Yani yang diamankan KPK dalam operasi senyap Senin (2/9) malam. Bersama anak buahnya dan seorang kontraktor, Ahmad Yani telah ditetapkan menjadi tersangka karena diduga menerima suap terkait proyek di Dinas PU Muara Enim.

Fatkurohman melanjutkan, kejadian berulang ini juga memberikan pelajaran bahwa regenerasi kepemimpinan tidak boleh instan (tidak mengakar), sehingga perlu ada kaderisasi serius di level kepemimpinan daerah untuk mengurangi tren politik uang saat Pilkada.

"Pemimpin dengan pola Politik uang inilah, pemimpin terpilih berpotensi melakukan tindakan koruptif," sebutnya.

Seperti diketahui, Bupati Muara Enim Ahmad Yani yang belum genap setahun menduduki kursi nomor satu di Muara Enim terjaring OTT dan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Ahmad Yani merupakan pemenang atau peraih suara terbanyak Pilkada 2018 lalu. Dia dilantik pada 18 September 2018 lalu. Menurut informasi yang dihimpun, Ahmad Yani yang sebelumnya adalah anggota DPRD Sumsel dari fraksi Partai Demokrat memiliki kekayaan yang cukup besar yakni lebih dari Rp4 miliar.

Ahmad Yani bukan yang pertama di Sumsel. Sebelum ini diantaranya juga ada mantan Bupati Musi Banyuasin, mantan Bupati Banyuasin.

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 105