Berita :: GLOBALPLANET.news

Kontingan Porprov Kabupaten Musi Banyuasin. (FOTO: IST)

08 September 2019 13:57:38 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Persiapan kontingen Musi Banyuasin untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel ke-XII di Kota Prabumulih pada November mendatang terus dimatangkan, mulai dari atlet, transportasi hingga sarana dan prasana lainnya.

"Target adalah juara, oleh karena itu saya instruksikan kepada Kadispopar dan Ketua KONI untuk bekerjasama untuk serius mempersiapkan atlet," ujar Bupati Muba Dodi Reza Alex.

Bukan hanya itu, sambung Dodi, untuk mencapai target juara umum, persiapan yang tidak boleh terlupa yakni memastikan sarana dan prasarana di kota penyelenggara tersedia dengan baik, terutama untuk kontingen Muba.

"Jangan lupa di sana sarana dan prasarana sangat penting. Atlet sudah latihan, capek-capek disini, berbulan-bulan sudah TC, begitu sampai di sana penginapan tidak memadai, kurang makan, itu akan mempengaruhi konsentrasi para atlet," jelas dia.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengirim tim pendahulu untuk memastikan apa yang dibutuhkan para atlet dan official kontingen Muba terpenuhi selama mengikuti Porprov 2019.

"Jadi, tim pendahulu harus masuk duluan, tim ini yang mempersiapkan penginapan, makan, termasuk transportasi dan sebagainya. Saya tidak mau atlet Muba disana mengalami kesusahan atau terbengkalai begitu saja. Dipikiran para atlet itu adalah hanya bertanding," tegas dia.

Disinggung mengenai Cabang Olahraga (Cabor) unggulan, Dodi mengatakan seluruh cabor yang diikuti merupakan unggulan dan diandalkan untuk mendulang medali emas guna mencapai target juara umum, seperti panahan dan pencak silat.

"Seluruh cabor merata semuanya andalan kita. Intinya Muba harus juara. Untuk prestasi dan medali yang diperoleh para atlet itu ada hitungannya, ada bonus, pasti ada bonus," kata dia.

Meskipun menargetkan juara umum, pihaknya tetap menilai seluruh kontingen merupakan saingan yang ketat dan patut untuk diperhitungkan. "Untuk kabupaten/kota semuanya menjadi saingan. Tapi secara tradisional, kita ini musuh bebuyutannya dan kejara-kejaran (medali) adalah Kota Palembang. Namun, semuanya kita nilai sebagai pesaing yang bagus," katanya.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : AT Alam 163