Berita :: GLOBALPLANET.news

Jembatan Ampera dilihat dari Jembatan Musi IV pada pukul 06.50WIB, yang hampir tertutup kabut asap dampak Karhutla, Selasa (10/9/2019). (Foto: Rachmad Kurniawan)

10 September 2019 09:53:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Berdasarkan pengamatan/observasi cuaca yang dilakukan di BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang selama kurun waktu 24 Jam tanggal 9 September 2019 didapati kondisi cuaca didominasi cuaca dengan kriteria Asap dengan kelembapan antara 45-95% temperatur antara 23-35o C dan angin dari Tenggara dengan kecepatan 5-20 Knots (9-37 Km/Jam).

Pantauan globalplanet.news, kabut asap masih terlihat jelas menutupi sebagian permukiman warga di Seberang Ulu.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meterologi SMB II Palembang Bambang Benny Setiadji mengatakan, kekeruhan udara (Asap) yang mengandung partikel-partikel kering menyebabkan jarak pandang berkisar antara 1000-8000 m, dengan jarak pandang terendah terjadi pada 23.00 UTC pukul 06.00 WIB.

"Indikasi dari asap ini selain mengurangi jarak pandang yakni bau asap yang khas, perih di mata, sesak pada pernafasan dan matahari akan terlihat berwarna oranye kemerahan pada sore yang disebabkan pembiasan cahaya matahari oleh polutan yang terdapat di atmosfer," kata Benny, Selasa (10/9/2019).

Benny menuturkan, dikarenakan angin dari arah tenggara berikut titik-titik panas dengan tingkat kepercayaan >80% yang berkontribusi asap di Kota Palembang dan daerah sekitarnya diantaranya, Air Sugihan, Pampangan, Banyuasin I, Tulung Selapan, Pedamaran, Cengal dan Pematang Panggang.

"Kondisi ini menyebabkan data PM 10 pagi ini tanggal 10 September 2019 dalam kategori 'Tidak sehat' dengan rentang 180-187 µgram/m3," lanjutnya.

Diprakirakan kondisi asap ini akan terus berlangsung di wilayah Kota Palembang dan sekitarnya hingga hilang/padamnya titik-titik panas tersebut, sedangkan berdasarkan model prakiraan cuaca BMKG dengan rentang prakiraan tanggal 9 September hingga 16 September 2019 belum ada potensi hujan di wilayah Sumsel.

BMKG berulang kali menghimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran dan tetap membuang sampah pada tempatnya, tidak membakar sisa-sisa dari pembabatan seiring akan masuknya musim tanam dan tetap membantu pemerintah dan stakeholder terkait (BPBD, TNI, POLRI dsb.) dalam menanggulangi Karhutbunla.

Reporter : Rachmad Kurniawan/Rio Siregar Editor : Zul Mulkan 84