Berita :: GLOBALPLANET.news

Ilustrasi

11 September 2019 14:55:00 WIB

OGAN ILIR, GLOBALPLANET - Tercatat lahan tebu milik PTPN VII Cintamanis, Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang terbakar di musim kemarau ini mencapai 115 hektare dan penyebabnya masih dalam investigasi.

Sebagai antisipasi, Industri gula PTPN VII Cintamanis telah giat mengantispasi kebakaran lahan sejak beberapa tahun lalu. Penanganan cepat dan terkoordinir disebut sudah dilakukan.

“Model atau cara penanganan kebakaran lahan pada kemarau tahun lalu itu kami pertahankan. Pada kemarau tahun ini, walaupun masih ada aja kebakaran, tapi ini bisa segera kami kendalikan,” terang Dir Ops PT Buma Cima Nusantara, Dicky Cahyon saat dimintai dikonfirmasi, Rabu (11/9/2019).

Sebagai anak perusahaan PTPN VII yang mengelola industri gula Cintamanis dan Bugamayang, Dicky menanggapi insiden kebakaran lahan tebu di Unit Cintamanis beberapa hari terakhir.

"Kebakaran lahan tebu musim kemarau adalah keniscayaan. Sebab pada waktu yang sama, tanaman tebu siap tebang, daun tuanya cenderung kering sehinga kebakaran lahan tebu itu sering terjadi," katanya.

"Yang penting kita bisa segera antisipasi dan menaggulanginya. Infrastruktur dan sarana untuk antisipasi kebakaran sudah kami disiapkan juga dari beberapa tahun sebelumnya," kata Dicky.

Menanggapi pertanyaan tentang sengaja membakar menjelang tebang tebu, Dicky menegaskan tidak ada kebijakan itu. Dia memastikan tak ada pembakaran dalam proses produksi ataupun saat memasuki musim panen.

“Tidak ada kebijakan membakar lahan tebu. Kalau ada kebakaran, itu adalah kecelakaan. Jika diselidiki ada unsur kesengajaan, maka sanksi tegas siap menanti," katanya tegas.

Sementara Sekretaris Perusahaan PTPN VII, Okta Kurniawan menyatakan tiap kali ada kejadian  lapangan segera dilakukan penanganan. Bahkan pihaknya pun telah melakukan investigasi internal terhadap kemungkinan ada unsur kesengajaan.

“Semua kejadian kebakaran kami catat, kami investigasi, dan kami laporkan ke parapihak, termasuk ke Kepolisian. Jika diduga ada unsur kesengajaan baik dari internal maupun eksternal, maka kami tidak akan pernah memberi toleransi dan akan kita proses ke jalur hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku," kata Okta tegas.

Terkait kebakaran lahan dan disebut jadi sumber kebakaran di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Okta kemudian membuka data. Di mana lahan terbakar keseluruhan dari awal tahun 2019 mencapai 115 hektare.

"Luas lahan terbakar di rayon 1 pada 09 September sekitar 7,5 hektare.  Kalau sampai dengan September 2019 luasan 115 hektate dan belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran," katanya.

Sebelumnya Kepala BPBD Ogan Ilir, Jamhuri menyebut lahan terbakar milik PTPN VII sudah berulang kali. Tetapi belum ada solusi dari pihak perusahaan.

"Luas lahan terbakar belum tahu berapa karena itu wilayah perusahaan. Kalau di Ogan Ilir saja total sekitar 314 hektare," kata Jamhuri.

Jamhuri mengaku khawatir kebakaran lahan tebu masuk ke kawasan penduduk. Sehingga beberapa personil Satgas Darat didiagakan di area perbatasan lahan konsesi perusahaan.

"Kita siagakan terus anggota kita di luar kawasan yang dekat rumah penduduk. Makanya satgas siaga, tapi kita tidak bisa bicara luasan lahan karena itu milik perusahaan," katanya.

Adapun dua daerah yang tercatat pernah pernah terbakar di antaranya di kawasan Burai dan Lubuk Keliat. Perusahaan juga disebut memiliki alat, tetapi masih terus terulang lahannya terbakar.

Reporter : Rio Siregar Editor : M.Rohali 65