Berita :: GLOBALPLANET.news

Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi, S.Sos,MSi saat memimpin pelantikan pejabat eselon III di lingkungan Pemkab OKU Timur, Rabu (11/09/2019)/(Foto: Dadang Dinata)

11 September 2019 15:26:00 WIB

OKUT, GLOBALPLANET - Camat harus berdomisili di wilayah kerjanya masing-masing bukan di rumah masing-masing. Jika ada pejabat yang merasa keberatan dengan keputusan ini, pihaknya menyarankan agar pejabat tersebut mengundurkan diri.

Pernyataan ini disampaikan Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi, S.Sos, MSi, pada saat pelantikan sebanyak 51 pejabat Eselon III struktural administrator, di Bina Praja I Pemkab OKU Timur pada Rabu (11/09/2019).

Camat merupakan ujung tombak berjalannya sebuah program dan pemerintah. Karena itu camat harus berada di wilayah kerjanya masing-masing bukan di rumah masing-masing. Karena  dekat dengan masyarakat akan diketahui persoalan apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Seiring dengan perkembangan wilayah, pembangunan dan bekurangnya SDM karena banyak yang masuk masa pensiun kondisi ini terjadi hingga 2021, ada juga pejabat yang meniti karir di Pemprov. Sehingga banyak jabatan yang kosong dan harus diisi oleh pejabat-pejabat yang berkualitas.

Pelantikan ini merupakan bentuk pengkaderan SDM, daerah harus menyesuaikan dengan keadaan sehingga perlu dilakukan analisa dengan tajam. Tajamnya sebuah organisasi dengan semakin rampingnya organisasi akan semakin baik. Analisa yang dilakukan sebelum penggantian dilakukan dalam tempo yang lama.

Sehingga berkompetisilah dalam pekerjaan, contohnya camat tanggung jawab terhadap PBB, IMB dan berbaur dengan masyarakat."Kerja kita merupakan kerja tim bukan perorangan tim work yang bagus akan menghasilkan kerja yang bagus,"ungkapnya.

Kholid menambahkan, delapan agenda reformasi yang tajam, di antaranya mental aparatur menjadi yang utama. Hubungan antar OPD harus terjalin hubungan yang baik. Inovasi seluruh OPD harus sama-sama memiliki inovasi harus berani beda untuk melakukan inovasi. "PALI Kabupaten baru tapi inovasinya terbaik di Sumsel kita kalah dengan PALI, banyak inovasi yang sudah kita perbuat tapi tidak dilaporkan tidak ada guna,"ujarnya.

Satu-satu OPD harus dievaluasi mana yang bisa mana yang tidak bisa. OKU Timur susah mencari dana karena bukan daerah penghasil Migas, sehingga dibutuhkan inovasi dan prestasi agar mendapat hadiah dari pemerintah pusat.

Reporter : Dadang Dinata Editor : AT Alam 2675