Berita :: GLOBALPLANET.news

Pembagian masker yang dilakukan Dinkes Sumsel. (Foto: Alwi)

11 September 2019 17:46:05 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Sumsel berdampak kepada kabut asap. Akibatnya, kualitas udara di beberapa daerah pun semakin memburuk.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mencatat sekitar 2.188 balita di Sumsel pun terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sejak Minggu keempat Agustus hingga 2 September 2019.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Sumsel, Mulyono mengakui Balita memang paling rentan terserang ISPA. Dikarenakan, ketahanan tubuhnya lebih rendah dibandingkan dewasa. Hal ini dikarenakan asupan gizi yang berbeda antata bayi dan orang dewasa. 

"Asupan gizi ini pengaruhnya kepada imunitas dan pertumbuhan," katanya saat ditemui, Rabu (11/9/2019).

Wilayah paling banyak terjangkit ISPA yakni berada di Palembang, di usia satu tahun dengan jumlah sebanyak 276 balita. Kemudian, diatas satu tahun sampai lima tahun sebanyak 819 balita

Kemudian, disusul wilayah Ogan Ilir dengan total penderita 483 balita. Rinciannya, 142 penderita diusia bawah satu tahun, selanjutnya sebanyak 341 penderita usia satu sampai lima tahun.  

Lalu, Wilayah Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 375 balita. Rincianya, usia dibawah satu tahun 89 balita dan usia satu sampai lima tahun 286 balita. Kabupaten Muara Enim sebanyak 180 balita. Sebanyak 51 balita usia dibawah satu tahun dan 129 balita usia diatas lima tahun. 

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)  mencapai 55 balita. Usia dibawah satu tahun 23 balita dan usia satu sampai lima tahun mencapai 32 balita. 

"Saat ini kami telah memberikan surat edaran ke Dinkes Kabupaten/Kota untuk melakukan antisipasi ISPA. Selain itu, siagakan fasilitas kesehatan di beberapa tempat pelayanan," tutupnya. 

Reporter : Alwi Alim Editor : M.Rohali 87