Berita :: GLOBALPLANET.news

Unit Identifikasi Polres Muba saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Jumat (13/9/2019)/(FOTO: AMARULLAH DIANSYAH

13 September 2019 18:59:08 WIB

MUBA ,GLOBALPLANET - Warga Dusun Lumba Jaya Desa Bailangu Timur Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba mendadak heboh.

Sebab, warga menemukan tulang tengkorak manusia serta tangan, sekitar pukul 14.00 WIB, pada Kamis (12/9/2019).

Setelah ditelusuri, tengkorak manusia tersebut diketahui bernama Sobri (46) warga setempat yang hilang tiga tahun lalu. Diduga, sebelum kejadian, korban menderita gangguan jiwa sehingga sempat dipasung pihak keluarga. 

Kelapa Desa Bailangu Suandri, mengatakan, membenarkan adanya penemuan tengkorak manusia. Menurut dia, pertama kali ditemukan pada pukul 14.00 WIB, oleh Sudir warga setempat ketika akan mencari madu liar, namun pada waktu akan memanjat pohon Sudir melihat ada tengkorak manusia. Lalu Sudir memberitahukan warga lainnya setelah ramai, warga langsung menghubungi Kapospol Bailangu. 

"Setelah dicek dari pakaian baju yang ada di dekat tulang tengkorak,  bahwa tengkorak itu merupakan warga kita yang menderita ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) telah hilang beberapa tahun lalu," kata Suandri, Jumat (13/9/2019). 

Sementara, Kapolres Muba AKBP Yudhy Surya Markus Pinem S. Ik melalui Kapolsek Sekayu Iptu Heri Susanto mengatakan, bahwa penemuan pertama kali tengkorak itu, ketika ada warga yang akan naik pohon sialang guna mencari madu. Setelah anggota kita sudah di lokasi dan di informasikan kepada masyarakat, bahwa memang ada warga setempat yang hilang tiga tahun lalu. 

"Oleh Kanit Reskrim Ipda Suroso dicarilah pihak keluarga yang merasa kehilangan keluarganya. Dan ditemui Kakak kandungnya yang masih ingat terakhir kali menggunakan baju itu ketika lepas dari pasung, karena adiknya menderita gangguan jiwa," jelas Heri

Namun, karena sudah tiga tahun lalu hilang membuat baju yang ditemukan di dekat tulang tengkorak warnanya sudah pudar. Dan kalau dilihat dari lokasi serta caranya (tempat tengkorak ditemukan) bukan kasus pembunuhan, karena salah satu tangannya masih lengket di batang pohon itu. 

"Saya juga tidak tahu, korban dulu mau apa. Apakah mau manjat dan kalau dilihat dari lokasinya, kalau orang waras tidak mau masuk kesana," katanya. 

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : AT Alam 188