Berita :: GLOBALPLANET.news

Lokasi Gerkatin Palembang tempat belajar dan mengajar Bisindo yang kian tergerus oleh Pembangunan. (Foto: Ist).

15 September 2019 17:45:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Perkembangan pembangunan yang kian pesat di Kota Palembang, justru berdampak negative bagi para kaum disabilitas. Salah satunya, pembangunan Pasar Ikan yang berada di Jalan MP Mangkunegara Palembang yang berakibat tersisihnya kaum tuli di Kota Palembang.

Pembangunan tersebut membuat para kaum tuli harus menghentikan sementara proses belajar dan mengajar akibat minimnya lokasi tempat belajar.

Volunter Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) Palembang, Fuad Kurniawan mengatakan penghentian proses belajar dan mengajar ini telah dilakukan sejak satu bulan terakhir, akibat lokasi yang tidak memungkinkan untuk menampung para peserta BISINDO.

“Tempat belajar dan mengajarnya menjadi sangat kecil jadi tidak bisa menampung 30 sampai 50 orang untuk belajar dan mengajar Bisindo,” katanya saat ditemui, Minggu (15/9/2019).

Dijelaskannya, Gerkatin Palembang telah menempati lokasi di Jalan MP Mangkunegara Nomor 5 Kelurahan 8 Ilir Timur II Palembang ini sejak 2009 lalu. Dimana, saat itu telah mendapatkan izin dari mantan Wali Kota, Eddy Santana.

Pada tahun 2018, Gergatin Palembang harus digeser akibat adanya pembangunan Kecamatan Ilir Timur III Palembang. Pergeseran lokasi ini, masih memungkinkan untuk tetap dilakukan proses belajar dan mengajar karena lokasinya cukup luas.

Di tahun 2019, pergeseran kembali terjadi akibat pembangunan Pasar Ikan di wilayah tersebut. Pembangunan tersebut, memakan sebagian lokasi tempat belajar dan mengajar. Hingga akhirnya lokasi belajar dan mengajar semakin sempit dan tidak mampu menampung para peserta kaum  tuli.

“Jadi kaum bisu dan tuli ini seakan tersisihkan akibat pembangunan Pasar Ikan ini,” terangnya.

Karena itu, dirinya berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengambil tindakan agar proses belajar dan mengajar dapat kembali dilanjutkan. Sehingga, kaum bisu dan tuli pun dapat merasakan kepedulian dari Pemkot Palembang.

Berdasarkan data, total kaum bisu dan tuli yang terdata di Gerkatin Palembang yakni sekitar 307 orang. Dengan rincian di usia 15 hingga 20 tahun yakni sebanyak 100 orang. Diatas 20 hingga 30 tahun berkisar 157 orang. Dan diatas 30 tahun atau dewasa berkisar 50 orang.

“Kaum tuli ini memiliki konsentrasi yang tinggi, dan tentunya memiliki potensi seperti menjadi atlet dan lain sebagainya. Karena itu, kami berharap kebijakan dari Wali Kota Palembang,” tutupnya. 

Reporter : Alwi Alim Editor : M.Rohali 215