Berita :: GLOBALPLANET.news

Ribuan mahasiswa menggelar aksi unjukrasa di Halaman Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (17/9/2019)/(FOTO: ALWI ALIM)

17 September 2019 21:06:21 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kabut asap yang menyerang Sumsel sejak beberapa pekan terakhir dinilai Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru masih fluktuatif.

Herman Deru mengatakan kabut asap yang terjadi di Sumsel disebabkan beberapa faktor salah satunya arah angin.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang ada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumsel kategori pencemaran udara di Sumsel masih fluktuatif.

"Itu fluktuatif. Kadang baik, sedang. Tapi kadang juga tidak sehat," katanya di Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (17/9/2019).

Pihaknya juga sudah berupaya untuk mencegah terjadinya karhutla penyebab kabut asap. Bahkan, tim satgas pun bekerja sangat maksimal di lapangan. Selain itu, dirinya juga telah menginstruksikan tetap bertahan di lokasi. Namun, ini merupakan kehendak Allah SWT.

"Siapa yang mau menghisap asap. Saya juga ada anak dan cucung tidak mau terkena ISPA akibat kabut asap," terangnya.

Ia mengaku lahan di Sumsel sendiri seluas 1,4 juta hektare rawa gambut. Ini tentunya butuh penjagaan agar tidak terbakar. Karena itu, tentunya butuh kesadaran dan dukungan dari masyarakat.

Dirinya mengajak mahasiswa untuk turun bersama ke lapangan. Hal ini tujuannya untuk memberi spirit dan contoh yang baik. Pihaknya pun kini telah menurunkan Balitbang untuk memberikan masukan dan mencari penyebab karhutla.

Selain itu, sembilan helikopter pun telah diterjunkan untuk melakukan waterboombing. Dana untuk pengoperasian Helikopter ini membutuhkan sekitar Rp 200 juta.  Bayangkan jika sembilan helikopter diterjunkan.

"Karena itu, kami juga mengajak mahasiswa untuk melaksanakan salat istisqo untuk melepaskan hujan. Mudah-mudahan doa kita dapat dijabah," katanya.

Reporter : Alwi Alim Editor : AT Alam 188