Berita :: GLOBALPLANET.news

Kabut asap yang masih menyelimuti Kota Sekayu Kabupaten Muba. Kabut asap makin pekat akibat terjadi Karhutla di berbagai daerah di Provinsi Sumsel. (Foto: Amarulla Diansyah)

19 September 2019 10:07:06 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan makin tebal dan pekat. Bahkan kabut asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai menganggu jarak pandang dan aktivitas warga terutama pada pagi.

Berdasarkan pantauan, hingga pukul 09.30 WIB, kabut asap masih menyelimuti Bumi Serasan Sekate, salah satunya di Kecamatan Sekayu. Matahari yang sebelumnya sempat muncul, tiba-tiba hilang lantaran tertutup kabut asap yang tebal.

"Hari ini kabut asapnya sangat tebal, beda dengan hari-hari sebelumnya. Asap sampai masuk ke dalam rumah, jadi buat sesak bernapas," ujar Imran, warga Kecamatan Sekayu, Kamis (19/9/2019).

Tebalnya kabut asap ini, sambung dia, membuat dirinya dan keluarga khawatir saat beraktivitas di luar rumah. Sebab, danpak penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terus menghantui.

"Kualitas udaranya tidak baik, kita kan harus aktivitas di luar, anak harus sekolah belum ada libur atau jam sekolah dimundurkan. Jadi harus pakai masker kemana-mana biar tidak terdampak ISPA," kata dia.

Hal senada juga dikatakan Marina, ibu dua anak ini khawatir anak-anaknya yanh masih kecil terdampak penyakit saluran pernapasan. "Asapya tebal di pagi dan siang hari. Tapi hari ini, sidah siang kabut asap makin tebal, jadi kita tidak berani ajak anak keluar rumah," keluh dia.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Muba, Apriyadi, mengatakan, oabut asap pekat terjadi pada pagi dan sore hari. Namun, menjelang siang kabut asap sudah berangsur-angsur hilang atau berkurang.

"Berdasarkan hasil pemantauan dan laporan Kepala DLH, kita memang sudah mendekati ambang, tapi masih dibawah, saat ini dalam kondisi sedang. Tapi memang diwaktu-waktu tertentu misalnya di sore dan pagi hari asapnya sangat pekat," jelas dia.

Dalam hal ini, sambung Apriyadi, Bupati Muba Dodo Reza Alex, telah memberikan instruksi kepada OPD terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan PMD itu melaksanakan tugas masing-masing dalam penanganan Karhutla dan kabut asap.

"Dinas Kesehatan melakukan pemantauan dari sisi kesehatan, menyiagakan Puskesmas, Pustu dan semua komponen kesehatan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sudah diintruksikan apabila kondisi asap sudah masuk dalam ambang batas dan membahayakan anak-anak, tidak menutup kemungkinan diliburkan sementara," tandas dia.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : M.Rohali 191