Berita :: GLOBALPLANET.news

Upaya pemadaman melalui water boombing terus dilakukan untuk meminimalisir jumlah titik api, Kamis (19/9/2019)/(FOTO: AT ALAM)

19 September 2019 11:21:35 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Masuknya level berbahaya pada status udara di Palembang membuat semua pihak bergerak cepat.

Salah satunya, penanganan Satgas Karhutla maksimalkan pemadaman dari udara dengan heli water boombing. 

"Hari ini, Kamis (19/9/2019) 5 unit heli water boombing yang beroperasi untuk pemadaman. Seluruh heli beroperasi untuk pemadaman agar bisa maksimal," kata Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori saat dikonfirmasi, Kamis (19/9/2019).

Ke lima heli yang beroperasi yaitu heli RA2583, Kamov UR CO, RDPL 34230, RDPL 34140 dan Heli RDPL 34250. Tidak hanya itu saja, ada pula 2 unit heli patroli udara yakni, Heli AS350B3E PK DAM dan Cessna Grand Caravan PK SNN.

"Selain heli itu ada juga 2 heli lain, tetapi saat ini masih maintenance, Mi8 UP815 dan RA 22747. Ini juga nanti kalau udah selesai maintenence kita maksimalkan," katanya.

Untuk pemadaman sendiri, rencananya akan dimaksimalkan di Ogan Komering Ilir dan Banyuasin. Sebab daerah kedua daerah ini menjadi penyumbang utama asap ke Palembang.

"Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir dan daerah Banyuasin di Rambutan menjadi sumber kabut asap. Apalagi sekarang arah angin ke Palembang, ini kita waspadai," tegas Ansori.

Diketahui BMKG lewat situs resminya mencatat kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan telah masuk status berbahaya. Status ini tidak terlepas dari kabut asap yang menyelimuti sejak beberapa pekan terakhir. 

Reporter : Rio Siregar Editor : AT Alam 128