Berita :: GLOBALPLANET.news

Kondisi cuaca di Lahat yang mulai diselimuti kabut asap, foto diambil dari puncak prumnas Revari Lahat, Jumat (20/9/2019). (Foto: Ferry)

20 September 2019 17:08:03 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Kabut asap dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah daerah mulai menyelimutu Kabupaten Lahat. Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membenarkan hal tersebut, namun dinilai belum memasuki kategori berbahaya.

Kepala DLH Lahat Ir H Misri melalui Kabid Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rosivelt Herwin SE MM membenarkan jika kabut asap memang sudah terlihat, diduga asap tersebut terbawa angin dari wilayah lain sejak satu pekan lalu. Mengingat di Kabupaten Lahat sendiri, belum ditemukan kebakaran hutan. Adanya kebakaran lahan, yang rata-rata masih dalan ketegori kecil, dan langsung bisa ditangani. 

" Ya, Memang sudah nampak kabut asap. Apalagi kalau sore hari. Tapi kategorinya belum membahayakan," ujarnya, Jumat (20/9/2019).

Meskipun begitu, kata Herwin, pihaknya tetap akan memantau kualitas udara di Lahat, sehingga bisa diketahui langkah kedepan yang perlu diambil. Rencanya pihaknya bakal meminjam alat pengukur kualitas udara, milik Kabupaten Muara Enim. Karena di Lahat sendiri, alat pengukur kualitas udara belum tersedia.

" Dengan empat titik pengukuran di Kecamatan Merapi Area, dan satu titik di Kota Lahat," bebernya, seraya mengungkapkan rencana akan  diusulkan, agar Lahat punya alat Mobile Air Community Monitoring. Nanti index standar pencemaran udara  bisa dilihat langsung oleh masyarakat. 

Pantauan di lapangan, Jumat (20/9/2019), Bukit Serelo yang biasanya terlihat jelas dari puncak perumahan Rivari,  Desa Ulak Lebar, Lahat, sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 15.30 wib sudah tak nampak lagi hanya terlihat samar.  

" Biasanya terlihat sangat jelas dari sini (rumah) tapi sekarang tidak terlalu jelas alias samar samar," kata Edi warga setempat.

Reporter : Ferry Andhika Editor : M.Rohali 120