Berita :: GLOBALPLANET.news

21 September 2019 11:56:40 WIB

GLOBALPLANET - Kesehatan gusi akan memengaruhi kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan. Gusi yang sering berdarah bisa menjadi tanda adanya penyakit pada gusi, bahkan mungkin mengindikasikan kondisi gangguan kesehatan yang lebih serius.

Gusi sering berdarah kerap terjadi karena cara menyikat gigi yang salah atau terlalu keras. Kebisaan sikat gigi yang salah berisiko menyebabkan gusi luka dan berdarah. 

Penyebab Gusi Sering Berdarah

Radang

Salah satu penyebab gusi berdarah adalah radang gusi. Radang gusi bisa dipicu oleh menempelnya plak gigi pada gusi. Plak yang menumpuk dan mengeras akan membentuk karang gigi dan menimbulkan peradangan pada gusi. Jika sudah seperti ini, gusi menjadi rentan berdarah.

Periodontitis

Radang gusi yang tidak diobati, bisa meningkatkan risiko terjadinya periodontitis, yaitu infeksi dan peradangan gusi yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. Gejala utama periodontitis adalah gusi sering berdarah.

Kekurangan vitamin C dan K

Vitamin C berfungsi untuk mempercepat penyembuhan luka dan memperkuat tulang. Sedangkan vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah. Apabila tubuh kekurangan vitamin C dan K, akan mudah terjadi perdarahan, termasuk pada gusi.

Leukemia

Gusi sering berdarah bisa menjadi salah satu tanda leukemia. Leukemia adalah kanker yang menyerang sel darah putih. Pada penderita leukemia, sel-sel darah putih yang meningkat jumlahnya bisa menurunkan jumlah trombosit. Padahal, trombosit diperlukan untuk menghentikan pendarahan. Kondisi ini membuat penderita leukemia rentan mengalami gusi berdarah, mimisan, dan tanda perdarahan lainnya.

Selain berbagai penyebab di atas, perubahan hormon selama kehamilan, kesalahan dalam memasang gigi palsu, flossing dengan cara tidak tepat, gangguan perdarahan, trombositopenia, diabetes, hemofilia, dan konsumsi obat pengencer darah juga bisa meningkatkan risiko terjadiya gusi berdarah.

 

Tips Mencegah Gusi Sering Berdarah

Gunakan sikat gigi yang berbulu lembut dan sikatlah gigi secara perlahan. Sebisa mungkin lakukan flossing gigi dua kali sehari untuk mencegah timbulnya plak pada gigi.

Gunakan obat kumur setiap hari. Hal ini dapat membantu membunuh bakteri penyebab penyakit gusi. Hindari menggunakan obat kumur yang mengandung alkohol, karena dapat memperburuk keluhan gusi sering berdarah.

Cukupkan kebutuhan cairan dengan minum air putih minimal 8 gelas sehari. Hal ini dapat membantu membersihkan sisa-sisa makanan pada gigi yang dapat membentuk plak. Batasi konsumsi makanan dan minuman yang sangat panas atau sangat dingin, karena dapat merusak gigi dan gusi.

Kunjungi dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut. Kebersihan gigi dan mulut yang terjaga dengan baik bisa mengurangi risiko terjadinya gusi berdarah.

Sebisa mungkin hindari dan kelola stres dengan cara yang positif. Stres yang terkelola dengan baik akan membuat Anda lebih bisa merawat kesehatan gigi dan mulut, serta bisa mencegah peningkatan kadar hormon kortisol yang bisa menyebabkan peradangan di seluruh tubuh Anda, termasuk gusi. (alodokter)

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 95