Berita :: GLOBALPLANET.news

Status level udara di Sumsel hingga pukul 09.00 WIB, Senin (23/9/2019)/(GRAFIS : DOK BMKG KOTA PALEMBANG)

23 September 2019 10:58:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Dinas Pendidikan (Disdik) Palembang kini telah mengambil sikap yakni meliburkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terkait kabut asap yang semakin memburuk.

Hal ini, tidak diberlakukan untuk anak Sekolah Menengah Atas (SMA) yang menjadi tanggung jawab dari Disdik Sumsel.

Kepala Disdik Sumsel, Widodo mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait kabut asap yang terjadi di Palembang.

Menurut DLH, saat ini kualitas pencemaran udara di Palembang masih fluktuatif yakni berkisar 145 hingga 147 sehingga edaran yang diberikan kepada SMA di Sumsel tetap sama.

"Kami masih menunggu keputusan bersama Dinkes dan DLH. Kalau titik sudah maksimal 200 maka kami akan mengambil sikap meliburkan atau merumahkan siswa SMA," katanya saat dihubungi, Senin (23/9/2019).

Saat ini edaran yang diberikan kepada sekolah yaitu, para siswa diharapkan menggunakan masker. Kemudian, jam sekolah digeser menjadi jam 9, kegiatan belajar dan mengajar pun harus di dalam ruangan tidak ada yang di luar ruangan.

Di dalam ruangan sekolah pun harus diberikan tanaman hijau serta jendela harus ditutup. Tujuannya, asap tidak terlalu masuk ke dalam ruangan.  "Dengan begitu, siswa SMA masih bisa belajar," terangnya.

Ia mengaku untuk anak SMP hingga PAUD merupakan tanggung jawab Disdik Kabupaten/kota. Namun, pihaknya telah memberikan gambaran secara umum.

Keputusan libur atau sekolag tentunya menjadi kebijakan Disdik Kabupaten/kota. Jika memang kondisinya membahayakan maka Disdik Kabupaten/kota wajib menyelamatkan siswa mereka.  "Anak SMP hingga PAUD itu masih rentan terhadap penyakit. Jadi Disdik kabupaten/kota memiliki otoritas untuk meliburkannya," katatanya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Palembang menyentuh kategori berbahaya.

Reporter : Alwi Alim Editor : AT Alam 347