Berita :: GLOBALPLANET.news

Ilustrasi

23 September 2019 16:51:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Meski seluruh sekolah tingkat TK hingga SMP di Palembang diliburkan selama 3 hari karena kabut asap menebal, namun tidak bagi sekolah Madrasah.

Kasubbag Humas Kanwil Kemenag Sumsel Saefudin Latief mengatakan, bahwa sekolah madrasah di Palembang yang ada di bawah Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Sumatera Selatan dipastikan tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

"Belum ada edaran untuk libur, tetapi dari surat yang sudah diedarkan waktu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar digeser satu jam dan setiap mata pelajaran dikurangi 10 menit," katanya saat dihubungi via telepon, Senin (23/9/2019).

Alasan tidak diliburkan siswa madrasah karena kebijakan setiap instansi memiliki keputusan berbeda. Dan madrasah berada di bawah naungan pihak yang berbeda.

"Madrasah kan di bawah kemenag, Pak Alfajri sementara baru mengeluarkan dan menandatangani edaran jadwal sekolah saja," ujarnya.

Di dalam surat tertera bahwa jadwal masuk diundur satu jam lebih lama. Dari 07:00WIB menjadi 08:00 WIB. 

Pihaknya juga memutuskan untuk mengurangi waktu 10 menit setiap satu pelajaran, seperti Madrasah Aliyah dari awalnya 45 menit untuk satu mata pelajaran menjadi 35 menit. Kemudian Madrasah Tsanwiyah (MTs) semula 40 menit menjadi 30 menit dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) semula 35 menjadi 25 menit dan Raudhalatul Athfal (RA) menyesuaikan.

"Surat edaran yang dikeluarkan Kanwil Kemenag Sumsel dan ditandatangani Kepala Kanwil Kemenag Sumsel HM Alfajri Zabidi. Memutuskan pergeseran jam masuk kegiatan belajar mengajar di pukul 08.00 WIB," jelasnya.

Jika situasi udara dinyatakan sangat tidak sehat oleh pihak terkait yang disebabkan peningkatan kabut asap, maka kegiatan belajar di satuan pendidikan bersifat fakultatif. 

"Batas waktu surat edaran kegiatan belajar akan ditentukan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait, sebagai dasar kebijakan," tutupnya.

Berdasarkan informasi Konsentrasi Partikulat (PM10) yang dilansir dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada pukul 05.00 WIB pagi, kualitas udara di Kota Palembang berada di zona hitam jauh di atas nilai ambang batas (NAB), yakni 492.63 µgram/m3. Bahkan pantauan BMKG pada pukul 02.00 mencapai titik tertinggi yakni 579.43 µgram/m3.

Sedangkan batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien ialah  150 µgram/m3. Hal ini menunjukkan jika kualitas udara di Kota Palembang masuk kategori berbahaya. Parahnya, kualitas udara di Palembang melebihi Kota Pekanbaru, Provinsi Riau meski sama-sama dalam kategori berbahaya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 248