Berita :: GLOBALPLANET.news

Kakanwil Kemenkum HAM Sumsel, Ajub Suratman, Bc,IP, SPd, MSi pada kegiatan penguatan tugas pokok Petugas Pemasyarakatan, di Lapas Kelas II B, dengan pegawai dan WBP di Lapas Kelas II B Martapura. (Foto: Dadang Dinata)

02 Oktober 2019 16:48:05 WIB

OKUT, GLOBALPLANET - . Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), orang yang sedang mendapatkan cobaan dan ujian dan harus transit di Lapas. Demikian diungkapkan Kakanwil Kemenkum HAM Sumsel, Ajub Suratman, Bc,IP, SPd, MSi pada kegiatan penguatan tugas pokok Petugas Pemasyarakatan, di Lapas Kelas II B, dengan pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas II B Martapura.

Dalam menghadapi hidup harus semangat jangan melempem bagai kerupuk. Banyak-banyak ibadah dan perbaiki hidup. "Karena kita hidup di dunia sementara,  jangan makai Narkoba karena itu sudah ketinggalan zaman," ujarnya.

 Ketika ditanya tentang over kapasitas, dengan tegas dia mengatakan, itu memang yang menjadi masalah selama ini. Namun untuk di OKU Timur Bupati sudah menyiapkan lahan tiga hektar untuk pembangunan gedung baru. Kemudian akan diusulkan ke Kemenkumham untuk kelangsungan pembangunannya.

Guna mengantisipasi masuknya Narkoba di Lapas untuk itu akan dilakukan rapat dengan BNN. Langkah yang tepat bagi yang terlibat penyalahgunaan Narkoba dengan dilakukan rehabilitas. Namun kendalanya sekarang belum ada balai rehabilitas sehingga pelaku penyalahgunaan Narkoba harus mendekam di Lapas. 

 "Pemkab Prabumulih juga menghibahkan lahan seluas lima hektar untuk pembangunan gedung baru dan balai rehabilitas," tegasnya.

Sementara Kepala Lapas Kelas II B Martapura Royhan Al Faisal, AMd.IP,SH, MH, mengatakan, kondisi Lapas sekarang sudah over kapasitas jumlah penghuni melebihi kapasitas. Kapasitas 188 penghuni 308 WBP.

Reporter : Dadang Dinata Editor : M.Rohali 210