Berita :: GLOBALPLANET.news

Tersangka Jailani saat digiring menuju mobil tahanan kejari banyuasin. (Foto: Ist)

03 Oktober 2019 22:51:34 WIB

BANYUASIN, GLOBALPLANET - Kepala Desa Tanjung Baru, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, Jailani resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Banyuasin. Penahanan dilakukan setelah berkas tahap kedua dari penyidik Tipikor Polres Banyuasin dinyatakan lengkap atau P21.

Tersangka Jailani (33) warga RT 01 Dusun 1, Tanjung Baru, ditangkap karena melakukan korupsi dana desa tahun 2017 yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp280 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri Banyuasin Mochamad Jefri, SH, Mhum melalui Kasi Pidsus Budi Mulia, SH menjelaskan penahanan terhadap tersangka Jailani dilakukan selama 20 hari kedepan.

Tersangka ditahan karena berkas perksrsnys lengkap (P21) dari penyidik Tipikor Polres Banyuasin, untuk selanjutnya berkas tersangka akan dikirim ke Pengadilan Negeri Tipikor Palembang.

Budi menjelaskan tersangka Jailani diduga telah menyalahgunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadinya hingga merugikan negara dari pajak yang tidak dibayar sebesar Rp.38 juta dan kegiatan yang fiktip sebesar Rp. 240 juta

Uang itu diperolehnya dalam pengelolaan uang negara yang berasal dari Dana Desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) tahun 2017.

“Diduga uang kerugian negara sebesar Rp.280 juta itu yang masuk ke kantong pribadi tersangka,” ungkapnya, Kamis (3/10/2019).

Jabatan Kepala Desa yang dijabat Jailani sudah dinonaktifkan, sejak dirinya ditetapkan tersangka oleh Polres Banyuasin.

Hal itu dikatakan Kepala DPMD Banyuasin Roni Utama bahwa sudah ditunjuk PLT untuk menjalankan roda pemerintahan di Desa Tanjung Baru.

“Sebelumnya kita sudah beberapa kali memberikan pembinaan akan tetapi tetap saja melakukan hal itu, konsekuensinya harus dipertanggung\jawabkan di hadapan hukum.

“Untuk pemberhentian Jailani sebagai Kepala Desa Tanjung Baru kami menunggu keputusan dari pengadilan,” pungkas dia.

Reporter : Adi Irawan Editor : M.Rohali 216