Berita :: GLOBALPLANET.news

Wagub Sumsel Mawardi Yahya saat menandatangani tahapan final RZWP-3-K di Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (4/19/2019). (Foto: Istimewa)

04 Oktober 2019 16:25:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel untuk menata wilayah pesisir terus dilakukan. Rancangan Peraturan Daerah Zonasi Wilayah Pesisir dan pulau-pulau Kecil (RZWP-3-K) kini memasuki tahap final.

Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya mengatakan, RZWP-3-K ini dilakukan untuk menyelamatkan dam menata pulau kecil atau pesisir Sumsel sehingga kedepannya dapat dilakukan pembangunan. 

Nantinya akan dilakukan penentuan lokasi mana saja pesisir wilayah Sumsel. Karena itu, pihaknya mengundang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyesuaikan kondisi saat ini. Seperti contoh Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel. 

"Pelabuhan TAA akan tetap menjadi prioritas dan lain sebagainya," katanya saat ditemui di Pemprov Sumsel, Jumat (4/10/2019).

Ia mengaku proses panjang telah dilakukan hingga kini mencapai tahap final. Beruntung sejauh ini, tidak ada permasalahan, berbeda dengan daerah lainnya. Dirinya berharap kedepan, Sumber Daya Alam (SDA) di wilayah pesisir dapat dimanfaatkan. 

Diceritakannya, zona pesisir ini semula telah dilakukan sejak tahun 2016 lalu. Namun, dikarenakan tidak sesuai dengan regulasi sehingga harus kembali diperbaiki.

Penyusunan RZWP3K sebagaimana kesepakatan  bersama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan  Provinsi  se Indonesia beserta  Kementerian/Lembaga Terkait termasuk di dalamnya Kemendagri dan KPK bahwa batas akhir penyusunan RZWP3K adalah Desember 2019 sudah disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

"Semoga kedepan wilayah di pesisir Sumsel ini dapat terjaga dengan baik. Bahkan, dapat menjadi Sumber PAD bagi Sumsel," katanya. 

Reporter : Alwi Alim Editor : Zul Mulkan 59