Berita :: GLOBALPLANET.news

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementrian Keuangan RI, Luky Alfirman saat menghadiri closing pembiayaan dan pemasangan prasasti penanda aset proyek SBSN di jembatan Musi IV. (Foto: Alwi)

08 Oktober 2019 18:45:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI kini mengelontorkan dana sebesar Rp 3,74 triliun melalui Pembiayaan Proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Dana tersebut, untuk pembangunan infrastruktur di Sumsel seperti sektor jembatan, pendidikan, perkeretaapian dan lainnya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementrian Keuangan RI, Luky Alfirman mengatakan, SBSN merupakan suatu instrumen yang diterbitkan pemerintah. Hal ini merupakan inovasi pembiayaan dari pemerintah berbentuk obligasi atau yang diberikan pemerintah ini berbasis syariah dan memang digunakan untuk membangun infrastruktur. 

Dana SBSN ini sendiri terbagi beberapa sektor yakni sektor perkeretaapian Rp 1,11 triliun, jalan Rp 1,3 triliun, jembatan Rp 818 miliar, pengelolaan sumber daya air Rp 300 miliar, pendidikan Rp 189 miliar dan lainnya.

"Kami harap infrastruktur ini juga dipelihara karena tidak mudah untuk membangunnya," katanya saat ditemui usai kegiatan closing pembiayaan dan pemasangan prasasti penanda aset proyek SBSN di jembatan Musi IV, Selasa (8/10/2019) 

Salah satu infrastruktur yang menggunakan dana SBSN ini yaitu Jembatan Musi IV yang telah bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Jembatan Musi IV yang dibangun dengan tipe Extradozed (perpaduan kabel dengan gelagar kotak/box girder) ini memiliki panjang 1.130 meter dan lebar 12 meter bertujuan mengurangi beban lalu lintas Jembatan Ampera dan meningkatkan konektivitas di Kota Palembang. 
Jembatan yang menghubungkan Ulu dan Ilir Kota Palembang ini pun memiliki daya tahan hingga 100 tahun dan lebih tahan gempa. Panjang jembatan lebih dari 1.300 meter. 

"Anggaran yang digelontorkan sekitar Rp553 miliar dengan lama pengerjaan 4 tahun," terangnya. 

Selain itu, infrastruktur Rafah Tower yang dibangun di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah. Pembangunan tower untuk aktivitas pembelajaran, tempat pertemuan, perpustakaan dan sebagainya.
Pembangunan tower ini menelan dana sebesar Rp 62 miliar, termasuk pembelian mobiler dan berbagai peralatannya. 

 "Tower ini nantinya memiliki 9 lantai dengan luas bangunan 7650 meter," singkatnya. 

 

Reporter : Alwi Alim Editor : M.Rohali 169