Berita :: GLOBALPLANET.news

Ketua Gapki Cabang Sumel Hary Hartanto dalam pembukaan sosialisasi dan klinik ISPO di Palembang, Selasa (8/10/2019). Sosialisasi dan klinik berlangsung haru (8-9/10) dengan peserta baik perusahaan sawit anggota Gapki dan perusahaan sawit lain yang ada di Sumsel. (Foto: globalplanet).

09 Oktober 2019 07:41:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Perusahaan anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) termasuk di Sumsel ditargetkan bersertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil), tahun depan. Sertifikat ISPO merupakan standar tata kelola perkebunan sawit di Indonesia sekaligus menepis tuduhan miring yang mempengaruhi daya saing di pasar internasional.

“Kalau semua anggota bersertifikat ISPO, berarti dari sisi kita Gapki, perkebunan sawit di Sumsel sudah menghasilkan produk minyak kelapa sawit yang bersertifikat,” ujar Ketua Gapki Cabang Sumsel Hary Hartanto usai Klinik ISPO di Palembang, Selasa – Rabu (8-9/10/2019).

Menurut data, dari 73 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tergabung dalam Gapki Sumsel, 33 diantaranya telah memiliki sertifikat ISPO. Artinya tata kelola perkebunan tersebut telah memenuhi standar wajib bekelanjutan. “Yang sudah bersertifikat itu 33 dari 73 anggota, dan ini masih akan bertambah, karena baru – baru ini ada yang dalam studi di kebunnya. Kita harapkan dapat penuhi target Gapki pusat, 2020 semua anggota mendapatkan sertifikat ISPO,” sebutnya.

Untuk diketahui, perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sumsel cukup banyak yakni mencapai 300 perusahaan lebih. Namun yang bergabung dalam asosiasi (Gapki) baru 73 perusahaan.

Sementara Kompartemen Sertifikasi ISPO Gapki Pusat Ismu Zulfikar mengatakan, secara nasional 566 telah bersertifikasi dan 65 perennya anggota Gapki. Jadi masih banyak juga PR dari Gapki untuk mendorong seluruh anggota bersertifikat berkelanjutan. “Kendala diantaranya fasilitas kemitraan dengan petani, peraturan – peraturan belum sinergi antara BPN, kehutanan, permentan. Kemudian HGU belum selesai karena over lapping luasa hutan atau tata ruang,” katanya

Diketahui, ISPO merupakan sertifikasi perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Untuk mendapatkan sertifikat ini, perusahaan akan dilihat meliputi kepatuhan aspek hukum, ekonomi, lingkungan, dan sosial sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku serta sanksi bagi mereka yang melanggar. Dalam penilaian dilihat perizinan dan manajemen perkebunan, pengelolaan dan pemantauan lingkunga, tanggungjawab terhadap pekerja, tanggungjawab sosia atau kemitraan, pemberdayaan ekonomi amsyarakat dan peningkatan usaha ecara keberlanjutan.

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 67