Berita :: GLOBALPLANET.news

Pengamat Sosial dan Politik Sumsel, Fatkurohman, S.Sos (FOTO : RACHMAD KURNIAWAN)

09 Oktober 2019 17:08:27 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Dengan jumlah parpol sebanyak 16 parpol, bertarung memperebutkan total 50 kursi DPRD Kota Palembang pada pemilu legislatif 17 April 2019 lalu.

Dari 16 parpol kontestan Pileg 2019 ini, 9 Partai politik sukses mengutus wakil ke gedung DPRD kota Palembang. Di antaranya, Partai Demokrat (9 kursi) Gerindra (8 kursi), PDIP (7 kursi), PKB (6 kursi), PAN (6 kursi), Golkar (5 kursi), PKS (5 kursi), Nasdem (3 kursi), dan PPP (1 kursi).

Adapun 7 partai lainnya yang tidak kebagian jatah kursi lembaga legislatif di kota Pempek itu. Di antaranya Partai Hanura, Partai Perindo, PKPI, Partai Berkarya, Partai Garuda, dan PBB.

Menanggapi hal itu, Pengamat Sosial dan Politik Fatkurohman S.Sos menilai jika parpol yang tidak mendapat kursi di parlemen mengindikasikan ada permasalahan pada Kaderisasi di tubuh parpol tersebut dan lemahnya struktur partai.

"Walaupun dalam fakta finansial itu menentukan namun ketokohan dan adanya struktur partai yang lengkap hingga level desa atau kelurahan menjadi kunci kemenangan parpol dalam meraih kursi," ujarnya kepada Globalplanet.news, Rabu (9/10/2019).

Partai instans atau muncul hanya pada saat pemilu kecenderungannya sulit bersaing terutama untuk level DPR RI. Hal ini juga berpengaruh untuk level DPRD Kota/Kabupaten, pengaruh jaringan partai untuk menjangkau pemilih dan ketokohan kader sangat penting untuk menjangkau pemilih tingkat bawah dengan luasnya wilayah.

"Partai baru dan partai yang tidak membina struktural partainya kecenderungan tidak mendapatkan kursi DPRD selain ditopang finansial," ujarnya.

Ketokohan yang ditopang dengan jaringan yang kuat bisa terpilih di DPRD Kabupaten/Kota. "Parpol yang tidak mendapatkan kursi perlu evaluasi yakni mempersiapkan kader yang mumpuni dan militan serta memperkuat struktur partai hingga level desa bahkan RT jika perlu," pungkasnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : AT Alam 58