Berita :: GLOBALPLANET.news

Pemusnahan uang palsu di Kantor BI perwakilan Sumsel, Rabu (9/10/2019). Dalam kegiatan tersebut, setidaknya uang palsu senilai Rp510 juta dimusnahkan. (FOTO: RACHMAD KURNIAWAN)

09 Oktober 2019 17:55:14 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Bank Indonesia Perwakilan Sumsel memusnahkan uang palsu senilai Rp510.597.000. Hasil ini didapat selama tiga tahun terakhir sejak 2016 hingga 2019 yang beredar di tengah masyarakat Sumatera Selatan.

Dari 6.900 lembar uang palsu, pecahan nominal Rp100.000 adalah yang terbanyak dengan jumlah sebanyak 3.662 lembar, sementara Rp50.000 sebanyak 2.719 lembar, pecahan Rp20.000 412 lembar, Rp10.000 82 lembar, dan Rp5.000 25 lembar.

Kepala Perwakilan BI Sumsel Yunita Resmi Sari mengatakan, uang palsu tersebut adalah uang yang diserahkan oleh perbankan dan masyarakat baik melalui PJPUR (pengelola  uang uang) maupun juga hasil temuan langsung di loket Bank Indonesia.

"Sampai dengan saat ini perbankan yang aktif dalam melakukan laporan penemuan uang yang diragukan keasliannya hanya 10 Bank seperti kita ketahui ada lebih dari 50 bank di Sumatera Selatan tapi hanya 10 bank yang aktif melaporkan penemuan uang palsu tersebut penemuan uang palsu yang kemudian dilaporkan ke Bank Indonesia," ungkap Yunita usai kegiatan pemusnahan uang palsu di kantor BI, Rabu (9/10/2019).

Yunita melanjutkan, sesungguhnya laporan langsung dari perbankan adalah bentuk nyata pemberantasan uang Rupiah palsu Jadi pihaknya mengapresiasi bank-bank yang telah melaporkan temuan uang Rupiah yang diragukan keasliannya tersebut.

Kendati demikian, ada beberapa bank yang ia ketahui tentunya memiliki sirkulasi uang yang sangat luas sangat besar tapi belum pernah sekalipun melaporkan ke Bank Indonesia.

"Kami mohon kepada bapak ibu pimpinan perbankan agar segera meluruskan mekanisme temuan uang palsu tersebut di kantor Bapak Ibu sekalian serta di seluruh cabang cabangnya. Karena sebagaimana ditetapkan di undang-undang nomor 7 tahun 2019 tentang mata uang bila menemukan uang yang tidak bukan keasliannya maka yang berhak menentukan asli atau tidaknya hanyalah Bank Indonesia," paparnya.

Kantor Bank Indonesia dalam hal ini di Sumatera Selatan dan tentu saja di Palembang upaya-upaya pemberantasan uang palsu ini merupakan salah satu bentuk dari upaya  menjaga uang Rupiah sebagai lambang negara Lambang negara.

"Serta bentuk koordinasi dan Sinergi antar instansi kita tergabung di dalam botasupal yaitu badan koordinasi pemberantasan uang palsu," pungkasnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : AT Alam 44