Berita :: GLOBALPLANET.news

Kedua terdakwa saat digiring ke ruang sidang di PN Kayuagung. (Foto: Eko Saputra)

09 Oktober 2019 18:28:00 WIB

OKI, GLOBALPLANET - Setelah melewati masa persidangan yang panjang, akhirnya dua terdakwa pembunuhan dan pencabulan pendeta cantik Melindawati Zidomi (24), yakni Nang dan Hendri dituntut pidana hukuman mati.

Hal itu terungkap saat sidang dengan agenda tuntutan terdakwa di Pengadilan Negeri Kayu Agung, Rabu (9/10/2019).

Kepala Kejaksaan Negeri OKI, Ari Bintang Prakoso menegaskan, latar belakang tuntutan hukuman mati sesuai fakta persidangan kedua terdakwa terbukti melakukan pemerkosaan dan pembunuhan dan sudah direncanakan terlebih dahulu. Sehingga berdasarkan fakta tersebut di pasal yang dapat dibuktikan dan terbukti yakni pasal 340 KUHP yakni pembunuhan berencana. 

Tidak ada hal yang meringankan dalam perkara tersebut. "Terkait alat bukti yang diperoleh JPU menyimpulkan 340 KUHP dan dilakukan tuntutan pidana mati," tegasnya. 

Kuasa Hukum terdakwa, Candra Eka Septiawan mengatakan, kedua terdakwa dikenakan pasal 338 340 pasal 55 ayat 1 KUHP dan minggu depan akan menyiapkan pledoi (pembelaan) dengan hukuman seringan-ringannya pada (16/10/2019), karena keduanya tidak melakukan pembunuhan berencana. 

"Selama persidangan keduanya mengakui semua perbuatannya. Semoga pledoi yang akan disampaikan dapat dikabulkan oleh majelis hakim," terang dia.

Kedua terdakwa Nang dan Hendri saat digiring keluar dari ruang sidang mengaku sangat menyesal dan tidak bisa berbuat banyak. Diketahui dalam kasus perkara, Melinda Zidemi dibunuh pada akhir Maret 2019.

Usai dihabisi, mayat korban Melinda Zidemi ditemukan di Areal PT PSM Divisi 3 Blok Blok F 19 Dusun Sungai Baung Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten OKI.

Berdasarkan kronologi korban Melindawati dan Nita Pernawan berangkat dari divisi 4 dengan menggunakan sepeda motor Honda Revo Warna Hitam List Merah menuju ke Pasar Jeti sekitar pukul 17.00 WIB.

Kemudian kedua korban pulang menuju Camp Di divisi 4, namun sebelum sampai di divisi 4 tepatnya di divisi 3, korban dihadang di jalan dengan cara jalan diblokir menggunakan batang kayu balok. Kemudian korban dicabuli dan dibunuh. 

Reporter : Eko Saputra/Rio Siregar Editor : M.Rohali 764