Berita :: GLOBALPLANET.news

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Prihardinika dan Kapolsek Tulung Selapan IPTU Jatrat Tunggal RWP, saat press rilis. (Foto: Eko Saputra)

09 Oktober 2019 22:11:00 WIB

OKI, GLOBALPLANET - Reno (33) Pria kelahiran Desa Selapan Ilir, Kecamatan Tulung Selapan yang tercatat berdomisili di Dusun III Desa Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyalahgunakan keahlianya di bidang fotografi dan editing untuk membuat KTP Palsu dan NPWP Palsu.

Akibat perbuatanya itu, Reno ditangkap jajaran Polsek Tulung Selapan pimpinan IPTU Jatrat Tunggal RWP saat berada di samping lorong Paya Piker Toko AR Digital yang berada di Desa Selapan Ilir.

Menurut Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Prihardinika dan Kapolsek Tulung Selapan IPTU Jatrat Tunggal RWP, praktek pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh pelaku Reno sejak bulan Mei 2019 lalu.

“Tersangka ini telah beberapa kali membuat KTP palsu, dijual seharga Rp75 ribu hingga Rp100 ribu per KTP, bukan hanya membuat KTP Palsu, dia juga mencetak dan menjual NPWP Palsu. Aksinya sudah berlangsung sejak Mei 2019 hingga sekarang,” ungkap Kapolres saat press release di Mapolres OKI, Rabu (9/10/2019) siang.

Tersangka Melanggar Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang administrasi kependudukan dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

“Untuk nomor KTP palsu yang dibuat, pakai nomor asli tapi tidak untuk peruntukannya,” terangnya.

Untuk sementara dari sekitar 100 buah KTP yang dibuatnya, kata Kapolres, tersangka masih mengakui cuma bekerja sendiri. Tetapi akan terus kita dalami, apakah memang sendiri atau ada keterlibatan orang lain.

“KTP yang telah dibuat, disinyalir oleh si pemesan digunakan untuk aksi penipuan seperti transaksi rental mobil ataupun transaksi elektronik melalui online yang mengharuskan memakai data sesuai KTP,” ujar Kapolres.

Oleh karena itu, masih kata Kapolres, kami berharap bagi orang – orang yang mungkin sempat tertipu dengan penggunaan KTP palsu ini, bisa segera melaporkan kepada kami dan juga akan terus menelusuri apakah praktek ini juga dilakukan orang lain.

“Kalau kita lihat, KTP palsu ini mirip sekali dengan aslinya. Makanya digunakan untuk transaksi online, sebab bentuk aslinya kan tidak kelihatan. Alat yang digunakan oleh tersangka berupa printer, kertas PVC dan material lainnya,” tandas Kapolres.

Untuk pembuatan KTP palsu sendiri, lanjut Kapolres, ada yang dipesan langsung, ada juga yang melalui WhatsApp. KTP yang dicetak juga beraneka ragam, karena konsumennya tidak hanya dari Provinsi Sumatera Selatan, tetapi juga provinsi lain.

“Pengakuan tersangka, KTP dibuat berdasarkan order yang diterima. Tetapi kita sedang memeriksa isi handphonenya. Untuk ketahui kemana, siapa saja, dan bagaimana ordernya,” tutup Kapolres.

Reporter : Eko Saputra Editor : M.Rohali 1652