Berita :: GLOBALPLANET.news

Tangkapan layar percakapa di pesan aplikasi whatsapp yang tersebar di Kabupaten Lahat terkait bakso yang diduga mengandung babi. (FOTO: EKO JURIANTO)

13 Oktober 2019 15:22:45 WIB

PALI, GLOBALPLANET - Warga Kota Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dihebohkan dengan isu adanya salah satu penjual bakso yang diduga mencampur daging babi.

Viralnya kejadian tersebut melalui screenshoot pesan aplikasi whatsapp grup berantai.


Dalam percakapan tersebut, salah satu akun mengajak untuk berhenti membeli bakso di salahsatu warung dengan menggunakan bahasa daerah,

"Ibu-ibu yang galak makan bakso sukat, ternyata bakso itu sudah dicek Dinkes, mengandung daging babi, jangan dibeli lagi," petikan salah satu chat yang tersebar di media sosial.

Dan dalam percakapan tersebut juga ada yang membenarkan bahwa pengusaha bakso yang dimaksud sudah melarikan diri. "Sekarang penjual nyo katanyalah melarikan diri. Bakso sukat yang dipalawan tanya mbak,, dapat info dari ibu-ibu PWP (Persatuan Wanita Patra, red)," balas chat tersebut

Sementara, Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PALI menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan hasil pemeriksaan pihaknya terhadap salah satu warung bakso yang ada di kecamatan Talang Ubi yang mengandung daging babi.

Plt Kadinkes PALI, Mudakir menyebut jika pihaknya hanya melakukan pemeriksaan sesuai dengan tupoksi, yaitu memeriksa bahan tambahan makanan (BTM), seperti borax, formalin, dan rodamin. 

"Dari hasil pemeriksaan tersebut, pihak kami tidak menemukan BTM tersebut di warung bakso di kecamatan Talang Ubi. Hasilnya negatif," katanya.

Kendati demikian, untuk pemeriksaan daging bakso apakah mengandung daging babi, Ia mengatakan itu ranah dari Dinas peternakan. "Namun, kami tegaskan Dinkes PALI tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa kami telah memeriksa warung bakso tersebut dan menyatakan mengandung daging babi," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah mengatakan untuk menjawab isu tersebut pihaknya segera turun tangan.  "Segera kita tindak lanjuti agar masyarakat tenang," katanya.

Sementara dari penelusuran , toko bakso dimaksud sudah tutup hampir setengah bulan lalu. "Katanya mudik, dan ada kerabatnya yang lagi hajatan. Kami tidak tahu kalau penjual bakso itu mencampur baksonya dengan daging babi," kata salah satu pedagang di samping toko bakso tersebut.

Reporter : Eko Jurianto Editor : AT Alam 1186