Berita :: GLOBALPLANET.news

Candra saat menunjukkan robot laba-labanya.(Foto: Alwi Alim)

13 Oktober 2019 16:10:12 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Siapa yang menyangka meski hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), namun mampu menciptakan beragam macam robot. Pria tersebut yakni Candra (25) warga Perumnas Sako, Komplek Perumahan RSS B Blok P6 Nomor 2, Palembang.

Mengenakan baju garis-garis, Candra terlihat mengoperasionalkan robot ciptaannya berbentuk laba-laba di kios robotnya yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Desa Gasing, Kecamatan Banyuasin, Sumatera Selatan.

Robot ini pun berjalan dengan baik dengan penggerak menggunakan stik game nirkabel. Robot yang dilengkapi kamera berfungsi untuk memantau lokasi yang sulit untuk dijangkau melalui darat. Robot ini merupakan salah satu dari 70 macam robot ciptaannya sejak bergelut di dunia robot.

"Setiap robot memiliki fungsinya masing-masing, seperti robot burung berfungsi memantau suatu lokasi dari ketinggian karena dilengkapi juga dengan kamera atau seperti drone," kata pria kelahiran tahun 1994 ini.

Dirinya menceritakan inspirasi untuk membuat beragam macam robot ini bermula saat dirinya memperbaiki sejumlah barang elektronik. Tak puas sampai disitu, dirinya pun ingin mencoba hal baru yakni menciptakan sebuah robot.

Ditahun 2014, dirinya memulai langkah awal dengan menciptakan robot  sederhana atau standar. Terdapat banyak kekurangan terhadap robot tersebut seperti masih menggunakan roda sebagai penggerak dan belum bisa dikendalikan dari jarak jauh.

"Tapi saya tidak pernah patah semangat dan terus mencari tahu pengetahuan didunia robotik agar robot berikutnya dapat lebih baik lagi," terangnya.

Ia pun mencari tahu dari berbagai artikel hingga youtube untuk mengetahui cara pembuatan robot yang baik. Kemudian, ia pun dibantu rekannya sesama pecinta robot yakni Slamet Harianto, 32, untuk pembuatan robot.

Kini, robot yang diciptakan pun sudah mencapai hingga lebih 70 unit dengan berbagai macam karakter hingga robot untuk membantu orang kekurangan fisik.

Dalam pembuatan robotik ini, dirinya memanfaatkan barang bekas seperti plastik televisi, ember, pipa dan lain sebagainya yang didapatkan dari pedagang loak. Kemudian, untuk penggerak dirinya menambahkan sensor pada robot dan stik penggerak.

"Biasanya untuk menyelesaikan satu robot menghabiskan waktu hingga satu minggu," ujarnya.

Kemudian, robot yang dibuat tersebut dijual kepada konsumen dari berbagai daerah di Indonesia, Seperti Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, hingga ke Pulau Kalimantan.

Terkadang, ia juga mengaku bahwa para konsumen  meminta khusus pembuatan robot untuk kepentingan dunia pendidikan atau untuk mengikuti kontes robotik. Harga yang ditawarkan pun bervariasi tergantung tingkat kesulitan pembuatan. Biasanya Rp 1 juta hingga sekitar Rp 15 jutaan.

"Kadang ada juga pembeli dari luar negeri. Tapi, dikarenakam pengiriman susah jadi kami hanya menjual desain dan coding-nya saja karena dapat dikirim secara online," katanya.

Ia pun tidak sungkan untuk membagi ilmu dibidang robotik nya kepada anak-anak SD dan SMP di kiosnya. Dirinya berharap agar ilmunya kedepan dapat bermanfaat. "Saya harap kedepan dunia robotik terus berkembang dan lebih baik lagi," singkatnya.

Reporter : Alwi Alim Editor : M.Rohali 255