Berita :: GLOBALPLANET.news

Asap terlihat menggantung di langit Kota Pagaralam, Selasa (15/10/2019). (Foto: Yayan Darwansah)

15 Oktober 2019 08:55:00 WIB

SUMSEL, GLOBALPLANET - Kabut asap pekat karena karhutla telah menyelimuti hampir seluruh wilayah di Sumsel. Bahkan dataran tinggi di Kota Pagaralam yang berada di Gunung Api Dempo, juga telah diselimuti asap.

Pantauan tim globalplanet di seluruh daerah di Sumsel, asap terlihat jelas di langit Sumsel, tidak terkecuali di Kabupaten Lahat, Empat Lawang, Lubuk Linggau dan bahkan Kota Pagaralam. Pagaralam yang merupakan kota dataran tinggi di kaki Gunung Api Dempo dan tidak memiliki perkebunan besar, juga telah diselimuti asap dalam dua hari terakhir.

Kabut asap terjadi dengan kepekatan yang berbeda. Kepekatan yang paling tebal terjadi di Kota Palembang, Ogan Ilir dan Banyuasin serta Musi Rawas Utara. 

"Sebenarnya kami di Rupit (Muratara) ini mungkin lebih parah dari Palembang. Cuma karena jauh dari Palembang, ya kadang tidak masuk berita," ujar Aziz, warga Rupit kepada globalplanet, Selasa (15/10/2019).

Menurutnya asap timbul dari kebiasaan warga membersihkan lahan karet dengan membakar. Kemudian karhutla juga terjadi di hutan dan lahan kosong di kanan Jalinteng.

Kemudian di Banyuasin yang sebagian besar wilayahnya di perairan menghadapi banyak masalah di musim kabut asap. Udara membuat jarak pandang tranportasi air hanya 50 meter. 

Lisa warga Banyuasin mengatakan, baik perkotaan maupun perairan semuanya banyak asap, sehingga agak kesulitan beraktivitas di pagi hari. Kabut asap diketahui dari jam 06.00 Wib sampai 09.00 Wib. "Saat kami naik getek jarak pandang hanya 40 meter, sehingga peru berhati-hati," kata dia.

Bagaimana dengan Kota Palembang? Jangan ditanya karena memang kepekatan asap telah memaksa dinas pendidikan setempat meliburkan sekolah PAUD hingga SMP selama tiga hari. Dan mungkin diperpanjang jika asap tetap tebal.

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 259