Berita :: GLOBALPLANET.news

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Ist)

16 Oktober 2019 10:18:07 WIB

MEDAN, GLOBALPLANET - Wali Kota Medan Dzulmi Eldin ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama enam orang lainnya, termasuk Kadis PU Kota Medan Isa Anshari dan uang sebanyak Rp 200 juta.

Dari data yang berhasil dihimpun Globalplanet, Rabu pagi (16/10/2019), karir yang dilalui Eldin sangat panjang dan semuanya dilalui sebagai birokrat di Pemkot Medan, Pemkab Deli Serdang, dan sempat di Pemprov Sumut.

Eldin pernah menjadi Kepala Seksi Dinas Pendapatan Kabupaten Deli Serdang (1992), Camat Kecamatan Patumbak (1993) dan Lubuk Pakam (1997), keduanya di Deli Serdang.

Ia juga pernah menjadi Kepala Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara, Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Medan (2007), Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan.

Lalu, saat Pilkada Medan tahun 2010, Dzulmi Eldin terpilih sebagai Wakil Wali Kota berpasangan dengan Rahudman Harahap untuk periode 2010-2015. Namun di tahun 2013, Walikota Medan diproses hukum dan ditahan karena terkait sebuah kasus saat berposisi sebagai Sekdakot Padangsidimpuan.

Lalu, Dzulmi Eldin tampil sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan (2013-2015). Dan di tahun 2015, Eldin ikut Pilkada Medan sebagai calon wali kota berpasangan dengan politisi PDI Perjuangan dan mantan anggota DPRD Medan, H Akhyar Nasution. 

Keduanya saat itu menang pilkada walau mendapat sorotan luas karena partisipasi masyarakat untuk ikut pilkada sangat rendah.

Reporter : Hendrik Editor : Zul Mulkan 1366