Berita :: GLOBALPLANET.news

Adegan reka ulang, pedagang sayur ditembak usai menabrak pelaku yang hendak merampok. (Foto: ist)

16 Oktober 2019 10:26:34 WIB

OKI, GLOBALPLANET - Untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), Penyidik polres Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan reka ulang aksi perampokan disertai pembunuhan terhadap pedagang sayur Mei Juwono (41) warga Dusun V Desa Seriguna Teluk Gelam OKI yang terjadi Sabtu (7/9/2019) lalu.

Dalam reka ulang terungkap bahwa korban ditembak oleh pelaku Ahmad Anto (30) menggunakan senjata api rakitan usai korban menabrak sepeda motor yang digunakan oleh pelaku untuk memepet korban.

Setidaknya ada 11 adegan yang diperankan oleh pelaku Ahmad Anto (30) dan M. Ali Usman (26) dan Pelaku penadahan Alham (35) dan Badaruddin (50) selaku pemilik Senpi, sedangkan korban Mei Juwono diperankan oleh salah seorang staf di Mapolres OKI.

Kegiatan rekonstruksi diawali dengan kedua tersangka membeli senpi rakitan kepada tersangka Badaruddin dengan cara patungan, setelah senjata dicek lalu kedua pelaku membayar senpi tersebut kemudian pulang.

Pada hari kejadian, kedua tersangka berbocengan menggunakan sepeda motor menuju ke arah jalan lintas timur, kemudian sampai di TKP pelaku melihat kendaraan korban melintas dan mendahului kendaraan pelaku.

Karena mendapatkan “mangsa” kedua pelaku lalu memacu kendaraannya untuk mendekati kendaraan korban, saat itu pelaku Ahmad Anto yang duduk dibagian belakang langsung menodongkan pistol kearah korban dari arah samping, karna kaget dan menyadari akan dirampok, lalu korban memacu kendaraannya hingga menabrak motor pelaku yang dikemudikan oleh M Ali Usman hingga terjatuh.

Sedangkan tersangka Ahmad Anto yang duduk dibelakang langsung melompat dari atas motor dan langsung menarik pelatuk senjatanya hingga mengenai penggung bagian belakang korban.

Meski korban sempat berlari hingga beberapa langkah akhirnya korban roboh dan tergeletak dipinggir jalan hingga tewas, sementara itu kedua pelaku langsung membawa kabur motor koban.

Setelah diperlajanan kemudian kedua pelaku membuang Ambung atau keranjang yang digunakan korban untuk mengangkut barang dagangannya berupa sayur sayuran dijembatan tanjung lubuk OKI, adegan terkahir adalah kedua pelaku menjual sepeda motor kepada Alham seharga Rp. 2, juta.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra SH SIK MM didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Prahadinika SIK mengatakan, rekonstruksi tersebut untuk melengkapi berkas perkara serta untuk memperjelas kronologis serta peran masing masing pelaku.

“Rekonstruksi ini untuk memperjelas dari kronologis kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia akibat ditembak oleh pelaku,” katanya.

Untuk kedua tersangka utama dikenakan Pasal 365 Ayat 4 KUHP, dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup, atau penjara sementara selama-lamanya 20 tahun.

Sementara itu tersangka mengaku tidak sengaja menembak korban, sebab pada saat akan dibegal korban melakukan perlawanan.

“Aku dak sengaja pak nembaknyo, pistol itu aku beli dengan warga di tanjung lubuk tulah, ” kata tersangka sambil meringis.

Reporter : Eko Saputra Editor : M.Rohali 1716