Berita :: GLOBALPLANET.news

Relawan ACT melakukan aksi sosial memberikan bantuan sembako bagi korban bencana asap di Sumsel dan Jambi, Selasa (22/10/20190/(FOTO: ALWI ALIM)

22 Oktober 2019 17:48:10 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kabut asap yang terjadi di Sumsel dan Jambi menjadi perhatian semua pihak termasuk Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Terbukti, sebagai bentuk kepeduliannya, ACT pun membagikan paket sembako terhadap korban asap di Sumsel dan Jambi. Paket sembako yang dibagikan yakni sebanyak 15 ton, terdiri dari beras, air mineral, biskuit, susu, snack dan minyak goreng.

Staff Program ACT Sumsel Reza Ardiansyah mengatakan paket sembako ini dibawa menggunakan lima unit truk. Dengan rincian tiga unit untuk Sumsel dan dua unit truk dibawa ke Jambi. Untuk satu paket sembako berisikan beras seberat lima kilogram, air mineral satu dus, biskuit, satu kotak susu, snack dan minyak goreng.

"Kami juga membagikan paket makanan yang berisi nasi dan lauk. Perharinya dibagikan sebanyak 500 paket," katanya saat ditemui, Selasa (22/10/2019).

Menurutnya, pembagian ini paling banyak diberikan kepada warga di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI). Mengingat, paling banyak terdampak kabut asap.

Dalam kesempatan ini juga pihaknya membagikan masker berjenis N95 yang disebar ke lima kabupaten/kota di Sumsel. Serta, pihaknya juga mendirikan layanan kesehatan bagi daerah yang terdampak kabut asap di Sumsel.

"Ada lima daerah yang didirikan layanan kesehatan ini. Kami harap kondisi asap ini segera teratasi," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori mengatakan, saat ini kondisi udara di Palembang berada dalam kategori tidak sehat dengan angka PM10 yakni 155.

Kondisi ini terjadi akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa daerah seperti di OKI. Bahkan, hingga saat ini karhutla tersebut masih terjadi mengingat lahan terbakar yakni gambut dengan kedalaman tujuh meter.

"Kondisi lahan gambut ini menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman," pungkasnya.

Reporter : Alwi Alim Editor : AT Alam 80