Berita :: GLOBALPLANET.news

23 Oktober 2019 13:07:00 WIB

Oleh: Kintan Septaryani - -

Mahasiswi Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya

 

PEMBERIAN Air Susu Ibu (ASI) merupakan investasi terbaik bagi kesehatan dan kecerdasan anak. ASI mengandung nutrisi terbaik yang dibutuhkan bayi di usia minimal enam bulan pertamanya, tanpa tambahan makanan lain walaupun sebatas air putih.

Pemberian ASI oleh ibu pada bayi sedini mungkin setelah melahirkan dapat menghindarkan bayi dari penyakit infeksi dan alergi. ASI sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak, karena ASI mengandung hampir semua zat gizi. Namun sayangnya, cakupan pemberian ASI eksklusif di Kota Palembang dari tahun 2017-2018 mengalami penurunan, pada tahun 2017 sebesar 72,76% (profil dinkes 2017), pada tahun 2018 turun menjadi 60,43% (Kemenkes RI 2018).

Faktor psikologis ibu sangat berpengaruh terhadap proses menyusui dan produksi ASI. Ibu yang stress dan khawatir bisa menyebabkan produksi ASI berkurang, karena sebenarnya yang berperan besar dalam produksi ASI itu adalah otak, yang mengatur dan mengendalikan ASI. Sehingga apabila menginginkan ASI dalam jumlah yang banyak, otak harus disetel dan di-setting bahwa kita mampu menghasilkan ASI sebanyak yang kita mau.

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama membantu pertumbuhan berat dan tinggi badan bayi, berpengaruh baik pada perkembangan otak, menguatkan ikatan batin ibu dan anak, dan asupan lemak untuk perkembangan bayi.

Risiko anak yang tidak mendapatkan ASI adalah mempunyai IQ (intellectual Quotient) lebih rendah dibandingkan anak yang diberi ASI eksklusif, bertambahnya kerentanan terhadap penyakit, biaya pengobatan bertambah, termasuk anggaran khusus untuk susu formula jika anak tidak mendapatan ASI.

Dukungan keluarga merupakan faktor eksternal yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap keberhasilan program ASI eksklusif. Adanya dukungan keluarga terutama suami maka akan berdampak pada peningkatan rasa percaya diri atau motivasi dari ibu dalam menyusui. Maka dari itu, sangat dibutuhkan peran dan dukungan keluarga (suami, orang tua, saudara) dalam keberlanjutan ibu memberikan ASI eksklusif pada bayinya.

Hubungan dukungan suami dan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif ini telah dibuktikan secara alamiah oleh beberapa penelitian. Peran keluarga yang dapat diberikan berupa dukungan informasional, penghargaan, instrumental, dan dukungan emosional.

Keluarga terutama suami merupakan bagian penting dalam keberhasilan atau kegagalan menyusui, karena suami menentukan emosi dan perasaan ibu. Itulah betapa pentingnya informasi dan edukasi tentang pentingnya ASI eksklusif. Dibutuhkan penyebaran informasi tentang manfaat ASI secara terus menerus dan berulang kepada masyarakat, tidak hanya kepada ibu, baik melalui media massa, tokoh agama maupun masyarakat secara umum harus tau betapa pentingnya ASI eksklusif.

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 267