Berita :: GLOBALPLANET.news

Petugas dari Satgas Darar Pemadaman karhutla yang terus bekerja memadamkan karhurla di Sumsel. (Foto: Istimewa)

23 Oktober 2019 15:27:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Musim panas yang terjadi saat ini berakibat pada meningkatnya jumlah titik panas. Tercatat, sejak awal tahun hingga Oktober, hotspot atau titik panas di Sumsel mencapai 13.946 titik.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori saat dihubungi, Rabu (23/10/2019). Ansori mengakui akibat musim panas saat ini jumlah titik panas pun meningkat. Peningkatan ini terjadi setiap bulannya di tahun 2019. Berdasarkan data pada Januari hanya 12 titik. Februari meningkat menjadi 16 titik, kemudian pada Maret titik panas menjadi 15 titik.

Pada April titik panas meningkat kembali menjadi 138 titik. Lalu Mei titik panas sempat menurun menjadi 95 titik. Pada Juni titik panas meningkat kembali menjadi 256 titik. Juli, titik panas meningkat kembali menjadi 1.308 titik. Agustus, titik panas mencapai 6.829 titik. Kemudian, Oktober hingga saat ini mencapai 5.242 titik. "Juli hingga Oktober memang merupakan puncak panas tahun ini," katanya.

Dijelaskannya, daerah yang paling banyak titik panas yakni Ogan Komering Ilir (OKI) yakni sebanyak 6.043 titik. Kemudian, Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 2.839 titik, Banyuasin sebanyak 1.367 titik, Musirawas Utara (Muratara) sebanyak 778 titik, Ogan Ilir (OI) sebanyak 601 titik. Musi Rawas sebanyak 552 titik.

Kemudian, Muara Enim sebanyak 401 titik, PALI sebanyak 357 titik, OKU Timur sebanyak 317 titik, Empat Lawang sebanyak 196 titik, OKU sebanyak 160 titik, Lahat sebanyak 150 titik, OKU Selatan sebanyak 130 titik.

Palembang sebanyak 25 titik, Pagaralam sebanyak 12 titik, Prabumulih 10 titik dan terakhir Lubuklinggau sebanyak 8 titik. "Lahan paling banyak terbakar ini kebanyakan lahan gambut," terangnya.

Saat ini, pihaknya terus berupaya untuk melakukan pencegahan dan pengendalian karhutla dengan melakukan waterboombing. Bahkan, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Ada sembilan helikopter yang diterjunkan untuk melakukan waterboombing. Sedangkan, dua pesawat untuk patroli yakni sebanyak dua unit. Berdasarkan data, waterboombing ini telah dilakukan sebanyak 18.914 kali. Sedangkan, TMC telah dilakukan sebanyak 39 kali. "Kami upaya yang dilakukan ini mampu menanggulangi karhutla di Sumsel," harapnya.

 

Reporter : Alwi Alim Editor : Zul Mulkan 81