Berita :: GLOBALPLANET.news

Salah seorang warga menunjukkan kondisi air sungai yang kian krisis. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari warga terpaksa memanfaatkan air sungai yang bercampur lumpur, Rabu (23/10/2019)/(FOTO: EKO JURIANTO)

23 Oktober 2019 18:09:00 WIB

PALI, GLOBALPLANET - Akibat kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) membuat sebagian warga sulit mendapatkan air bersih.

Seperti di Desa Sinar Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI yang memaksa warga memanfaatkan danau untuk keperluan mandi dan cuci. Padahal debit air telah menyusut, sehingga menjadi keruh dan berbau karena bercampur lumpur.

"Sudah lama kami menggunakan air lebung (danau) untuk mandi dan cuci. Walau keruh tapi tidak ada pilihan karena lebung ini yang masih ada airnya," kata Deti, warga setempat, kemarin (23/10).

Deti mengaku, jika menggunakan air danau tersebut timbul rasa gatal, namun karena tidak ada pilihan lagi dan sudah biasa terjadi maka hal tersebut tidak dihiraukannya.

"Kalau gatal-gatal sudah biasa, karena bukan hanya air yang kami gunakan tapi sudah campur lumpur. Daripada kami tidak mandi, makanya gatal itu kami tahan setiap hari," katanya.

Sedangkan untuk minum, Deti mengungkapkan, ada satu sumur milik warga yang masih menyimpan cadangan air bersih. Namun, untuk mendapatkan air bersih tersebut, terkadang warga harus antri bahkan kerap berebut.

"Bagi warga yang mampu, mereka bisa beli air isi ulang, tapi yang tidak mampu terpaksa harus berebut air di sumur tersebut. Kami berharap Pemkab PALI bisa membantu penyaluran air bersih di desa kami, karena selama kemarau tahun ini, belum ada bantuan padahal kondisi ini sudah lama terjadi," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI, Junaidi Anuar mengatakan, pihaknya segera mengirim mobil tangki air. "Saya sudah perintahkan petugas untuk mengirimkan air bersih memakai mobil tangki," pungkasnya.

 

Reporter : Eko Jurianto Editor : AT Alam 207