Berita :: GLOBALPLANET.news

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi bersama Ditkrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alfian dalam reles kasus perguruan tinggi tanpa izin. (Foto: Rio Siregar)

31 Oktober 2019 12:37:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Polda Sumsel menetapkan pasangan suami istri pemilik dan pengelola Perguruan Tinggi Harapan di Jalan Soekarno Hatta Palembang sebagai tersangka penipuan. Keduanya diduga menyelenggaran pendidikan tanpa izin yang mengakibatkan ijaza alumni yang diwisuda tahun 2017 tidak diakui.

Keduanya yakni H Sofyan Sitepu SH MPd dan Hj Maimunah Sitorus SE, pembina dan ketua yayasan yang mengelola Perguruan Tinggi Harapan, yang beralamat di Jalan Soekarno-Hatta, No 234, Lingkar Barat Palembang. 

Kasus ini ditangani Subdit 1 Kamneg Ditreskrimum Polda Sumsel. Kedua tersangka awalnya dilaporkan oleh Mulyadi, alumni mahasiswa Afikes dan Akfar Harapan sebagai perwakilan 64 mahasiswa angkatan 2014 yang sudah diwisuda pada tahun 2017 lalu.

Dalam laporan bernomor polisi LPB/449/2018/SPKT Polda Sumsel tertanggal 31 Mei 2018, para alumni menerima surat dari Kopertis Wilayah II Palembang, bahwa Afikes dan Akfar milik Yayasan Perguruan Tinggi Harapan Palembang tidak pernah memperoleh izin pendirian perguruan tinggi maupun izin pembukaan program studi.

“Yayasan berdiri sejak 1998 dan izin berakhir tahun 2000. Kedua tersangka tidak memperpanjang izin penyelanggaraan dari Departemen Kesahatan dan izin program studi yang dikeluarkan tahun 2004 yang berakhir 2009,” terang Dir Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpian didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka terancam hukuman 10 tahun dan denda Rp 1 Miliar sesuai pasal 378 KHUP tentang penipuan pasal 71 sesuai undang-undang undang No 20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional serta pasal 42 undang undang No 12 tahun 2012 tentang pendidikan perguruan tinggi.

Reporter : Rio Siregar Editor : Zul Mulkan 178