Berita :: GLOBALPLANET.news

Sidang perdana terdakwa penganiayaan Siswa SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia di Pengadilan Negeri Klas A1 Palembang, Kamis (31/10/2019)/(FOTO: ALWI ALIM)

31 Oktober 2019 18:19:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Setelah melalui proses panjang penyelidikan dan penyidikan, Obby Frisman Arkataku, 24, pelaku penganiayaan Siswa SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia menjalani persidangan perdananya di Pengadilan Negeri Klas A1 Palembang, Kamis (31/10/2019).

Untuk diketahui, akibat penganiayaan yang dilakukan Obby terhadap korban DBJ, 14, mengakibatkan korban pun meninggal dunia pada Sabtu (14/7/2019) lalu dengan luka memar di bagian kepala dan dada.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Riko Budiman mengatakan penganiayaan yang dilakukan terdakwa Obby dikarenakan korban tidak menjalankan intruksi dari terdakwa saat mengikuti kegiatan orientasi.

Saat itu, Obby meminta DBJ untuk berenang menyeberangi sungai yang ada di belakang sekolah. Namun, dikarenakan kelelahan korban pun tidak bisa melakukannya. Obby pun langsung marah dan memukul wajah korban dengan menggunakan batang bambu.

"Korban sempat minta ampun, tapi terdakwa kembali memukul korban di bagian belakang kepala hingga korban tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit," katanya saat membacakan dakwaan, Kamis (31/10/2019).

Akibat perbuatannya, terdakwa telah melanggar pasal 80 nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Selain itu, terdakwa juga dikenakan pasal 359 KUHP.  "Terdakwa telah lalai sehingga menyebabkan korban meninggal dunia," ujarnya.

Usai mendengarkan dakwaan, Ketua Majelis Hakim, Abu Khanifah memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk berkonsultasi dengan kuasa hukumnya. "Sidang ditutup dan akan dilanjutkan pada Senin (4/11/2019) dengan agenda eksepsi," katanya.

Reporter : Alwi Alim Editor : AT Alam 104