Berita :: GLOBALPLANET.news

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lahat, M Abby Habibullah, Kamis (31/10/2019)/(FOTO: FERRY ANDHIKA)

31 Oktober 2019 19:21:49 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Duan Ramli (29) harus berurusan dengan pihak kepolisian dan mengikuti sidang kasus pencurian mobil di Pengadilan Negeri Lahat.

Dalam kasus tersebut, Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lahat menuntut Duan dengan 4 tahun kurungan penjara.

Duan diseret ke meja hijau lantaran terbukti melakukan pencurian mobil jenis Toyota Avanza Nopol B 1364 ZFJ, milik pemudik saat di depan masjid AT Taqwa, Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Merapi Barat, Minggu (2/6/2019) lalu.

Menurut JPU, M Abby Habibullah menyatakan, Duan terbukti telah melakukan pencurian. Hal tersebut dibuktikan dari rekaman CCTV di Indomaret Jalan Kejaksaan Lahat. Terdakwa Duan terlihat turun dari mobil curian, dan masuk ke dalam Indomaret untuk membeli sesuatu. Ditambah hasil uji laboratorium dan pengakuan keluarga terdakwa yang membenarkan, foto tersebut adalah terdakwa Duan.

"Saat polisi memeriksa mobil curian yang berhasil diamankan, ditemukan ada struk Indomaret. Lalu ditelusuri, foto hasil rekaman CCTV kemudian disebar dan didapatlah nama Duan," beber Abby, Kamis (31/10).

Sebelum Duan berhasil ditangkap Polisi di Kota Pagaralam (29/6) lalu. Mobil milik Murniati, pemudik asal Kampung Belimbing Sawah, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok Provinsi Jawa Barat ini, sudah lebih dahulu diamankan polisi Kamis (6/6) lalu. Saat itu polisi yang tengah lakukan pengembangan, melihat mobil yang dilaporkan hilang melintas ke arah Kecamatan Merapi Area.

Pengejaran langsung dilakukan, namun sayangnya saat di wilayah Kota Prabumulih, mobil tersebut sudah ditinggalkan terparkir di pinggir jalan. Tidak ada siapapun saat mobil yang kuncinya dalam keadaan rusak itu ditemukan. Hanya saja saat dilakukan pemeriksaan, Polisi menemukan adanya struk Indomaret simpang Kajari Lahat, diduga milik pelaku yang tertinggal di dalam mobil.

"Dari keterangan saksi, yakni pegawai Indomaret tersebut, terdakwa saat itu membeli rokok jenis Magnum. Dihadapan Majelis Hakim terdakwa juga mengakui menghisap rokok magnum. Terdakwa kita tuntut Pasal 362, hukuman 4 tahun penjara," jelas Abby.

Dalam masa persidangan terdakwa Duan membantah telah melakukan pencurian. Terdakwa Duan menghadirkan enam saksi, di antaranya Ibu kandung, istri, mantan istri, bapak mertua, tukang, dan karyawan dari mertua terdakwa. Hanya saja enam saksi yang dihadirkan terdakwa, dirasa keberatan oleh JPU.

"Sidang terdakwa Duan akan dilanjutkan Selasa depan (5/11), dengan agenda pembelaan terdakwa," ujar Ketua Majelis Hakim, Jimmy Maruly SH MH, Hakim Anggota, Ahmad Renardhien SH, dan Mahartha Noerdiansyah SH, saat persidangan.

Reporter : Ferry Andhika Editor : AT Alam 196