Berita :: GLOBALPLANET.news

Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi didampingi Kabid Statistik Produksi Dwi Prawoto dan Kabid Statistik Distribusi Dinar Butarbutar. (Foto: Hendrik)

01 November 2019 13:47:45 WIB

MEDAN, GLOBALPLANET - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan kecemasannya terkait perkembangan bisnis pariwisata di Provinsi Sumatera Utara, termasuk di Kota Medan.

Berdasarkan data statistik, terjadi penurunan di berbagai subsektor bisnis pariwisata seperti turunnya jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara dan turunnya tingkat penghunian kamar (TPK) di berbagai hotel berbintang.

Kecemasan ini diungkapkan oleh Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi kepada para wartawan dalam paparan setiap awal bulan perkembangan inflasi dan deflasi di berbagai kabupaten dan kota serta sektor ekonomi di Provinsi Sumatera Utara.

"Saya cemas dengan perkembangan yang terjadi di sektor pariwisata di berbagai daerah di Sumut sepanjang bulan September.2019. Jumlah kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) turun,  TPK di berbagai hotel berbintang di Sumut juga turun," kata Syech Suhaimi didampingi Kabid Statistik Produksi BPS Sumut Dwi Prawoto dan Kabid Statistik Distribusi Dinar Butarbutar, Jumat (1/11/2019).

Sepanjang September 2019, jumlah wisman yang berkunjung melalui empat pintu masuk mencapai 19.717 kunjungan. Jumlah ini turun 1,49% dibanding September 2018 yakni 20.015 kunjungan. "Jumlah wisman yang berkunjung tetap.yang terbesar berasal dari Malaysia, yakni 9.071 kunjungan atau 46,01%," ujar Suhaimi.

Untuk TPK, kata Suhaimi, rata-rata mencapai 44,29% atau turun 3,59 poin dibanding Agustis 2019 sebesar 47,88%. 

Lalu, sambung Suhaimi, rata-rata lama tamu asing dan domestik yang menginap di berbagai hotel berbintang mencapai 1,48 hari, turun 0,04 poin dibanding Agustus 2019.

"Ini sungguh mencemaskan. Semoga seluruh stakeholder bisnis pariwisata mengetahui data ini dan bisa mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar terjadi perbaikan," kata Syech Suhaimi.

Reporter : Hendrik Editor : Zul Mulkan 429